Institut Otomotif Indonesia Tidak Terlibat dalam Pembuatan Mobil ASEAN

Kompas.com - 01/10/2019, 15:01 WIB
Presiden Joko Widodo menumpang mobil Proton yang dikemudikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Malaysia, Jumat (9/8/2019). Instagram @jokowiPresiden Joko Widodo menumpang mobil Proton yang dikemudikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Malaysia, Jumat (9/8/2019).
|

JAKARTA ,KOMPAS.com - Institut Otomotif Indonesia (IOI) menyatakan bahwa tidak terlibat dalam pembuatan ASEAN Car yang digagas oleh Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad saat menemui Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, akhir Juni 2019 lalu.

Pada pertemuan itu, Mahathir mengajak Indonesia untuk berkerjasama membuat mobil lokal yang dipasarkan di negara-negara ASEAN. Kesepakatan itu menciptakan program ASEAN Car.

"Tapi dalam hal ASEAN Car, IOI tidak terlibat. Termasuk di dalam pembuatan konsep desain, maupun keputusan antar negaranya karena ini domainnya pemerintah (G to G)," kata Presiden IOI I Made Dana Tangkas melalui keterangan secara tertulis yang diterima Kompas.com, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Baca juga: Mobil Impian Kaesang Pangarep Ini Sudah Tersedia di Diler, Harga Rp 1,9 M

Presiden Ri Joko Widodo dan Chairman Proton Mahathir Mohammad di pabrik Proton, Malaysia.Bernama.com Presiden Ri Joko Widodo dan Chairman Proton Mahathir Mohammad di pabrik Proton, Malaysia.

Tapi, IOI sebagai salah satu organisasi independen dan non profit yang bergerak dalam bidang pengembangan industri otomotif Indonesia dan regional ASEAN ini berkoordinasi dengan Malaysia Automotive, Robotics, and Internet of Things (MARii).

Koordinasi tersebut, sebagaimana tercermin pada Memorandum of Understanding (MoU) antara IOI dan MARii, adalah berfokus pada pengembangan sumber daya manusia industri otomotif di ASEAN, industri kecil dan menengah, pengembangan standar dan peraturan mengenai produk serta komponen otomotif, dan kerja sama penelitian dalam pengembangan Peta Jalan industri otomotif.

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad saat kunjungan kenegaraan di Istana Presiden Bogor, Jumat (29/6/2018).Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad saat kunjungan kenegaraan di Istana Presiden Bogor, Jumat (29/6/2018).

"ASEAN Car itu adalah program antar pemerintah, jadi IOI tidak masuk di situ. IOI itu berkaitan dengan usulan-usulan dan pengembangan yang nantinya disampaikan ke Kementerian terkait seperti Kemenperin. Jadi memang IOI tidak terlibat dalam ASEAN Car," kata Sekertaris Jenderal IOI Yanuarto Widihandono saat dihubungi Kompas.com.

"Namun memang, MARii itu berkoordinasi dengan kami," ujarnya lagi.

Baca juga: Bank Dunia Sebut Indonesia Belum Bisa Jadi Pemain Mobil Listrik, Ini Bantahan Pemerintah

Presiden Jokowi dan Chairman Proton Mahathir Mohammad saat berkunjung di pabrik Proton seperti foto yang dimuat di Bernama.com (5/2/2014).Bernama.com Presiden Jokowi dan Chairman Proton Mahathir Mohammad saat berkunjung di pabrik Proton seperti foto yang dimuat di Bernama.com (5/2/2014).

IOI ialah salah satu organisasi independen dan non profit yang bergerak dalam bidang pengembangan industri otomotif di Indonesia dan regional ASEAN serta global.

Aktivitas IOI saat ini melakukan pengembangan SDM Industri Otomotif melalui pembuatan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor industri otomotif bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI, pengembangan IKM dan bahan bakar bersih (green fuel).

Ke depannya, IOI akan terus mengembangkan ekosistem industri otomotif di Indonesia agar lebih mandiri, berkeadilan dan berkelanjutan. Targetnya adalah Indonesia memiliki SDM yang unggul kompeten dan profesional, IKM sektor Otomotif yang memiliki daya saing yang tinggi di level regional maupun global.

Serta, mendorong penggunaan bahan bakar yang bersih dalam rangka mendukung program langit biru dan mencegah pemanasan global, termasuk mendukung percepatan Kendaraan Bermotor Listrik di Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X