Umur Pendek Subaru di Indonesia, Merek Ikonik yang Kena Kasus Pajak

Kompas.com - 27/09/2019, 09:42 WIB
Simulasi jalanan licin dalam salah satu tantangan Subaru AWD Challange. KompasOtomotif-Donny AprilianandaSimulasi jalanan licin dalam salah satu tantangan Subaru AWD Challange.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Motor Image Indonesia (MII) tidak bisa bertahan lama untuk melakukan bisnisnya untuk memasarkan dan mendistribusikan Subaru di Indonesia.

Mobil ikonik dari Jepang tersebut terpaksa berhenti berjualan setelah berusia empat tahun berada di peta otomotif nasional.

Nasib Subaru di Indonesia yang berakhir penghentian kegiatan penjualan disebabkan adanya dugaan permasalahan pemalsuan dokumen impor.

Baca juga: Ingat Lagi Kasus Impor yang Menimpa Subaru Indonesia

Kasus yang berjalan sejak Juli 2014 ini membuat MII dibekukan kegiatannya sebelum melunaskan pembayaran pajak kerugian sebesar Rp 1,5 triliun.

Sebenarnya penyitaan bisa dihindari apabila Subaru Indonesia membayar minimal 50 persen dari hutang pajak atau setara Rp 750 miliar.

Tapi sampai batas waktu yang ditentukan, MII belum menyatakan keputusannya dan berakhir penyitaan terhadap beberapa aset oleh Bea dan Cukai.

Baca juga: Daftar Mobil Subaru yang Dilelang Mulai Rp 61 Juta

Ilustrasi Subaru Impreza hatchback 1.5 lansiran tahun 2008autoevolution.com Ilustrasi Subaru Impreza hatchback 1.5 lansiran tahun 2008

Ketika itu, beberapa aset perusahaan tersebar di tujuh daerah Indonesia, mulai Jakarta Utara, Selatan, Tangerang, Batam, Surabaya, Malang, dan Denpasar.

Proses penyitaan sudah dilakukan sejak Januari dan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Sebelumnya, berbagai pihak berusaha membantu MII untuk memenangi gugatan yang dilayangkan oleh Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) tersebut, di antaranya Subaru Singapura, Motor Image Interprises dan Subaru Malaysia, TC Subaru SDN BHD.

Baca juga: Bea Cukai Buka Lelang Ratusan Unit Mobil Subaru, Mulai Rp 24 Juta

Subaru WRX STI milik Alex Hamdani membawa gelar Master of Max 4 Cyl Forced Induction Class dengan mencatatkan angka sebesar 344 HP pada laga final dyno test kelas FI.KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Subaru WRX STI milik Alex Hamdani membawa gelar Master of Max 4 Cyl Forced Induction Class dengan mencatatkan angka sebesar 344 HP pada laga final dyno test kelas FI.

Sedangkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebagai asosiasi yang juga tempat MII berjuang di Tanah Air memilih tidak ikut campur.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X