Daihatsu Sebut Kenaikan Pajak Kendaraan Pengaruhi Daya Beli

Kompas.com - 24/09/2019, 11:06 WIB
Daihatsu luncurkan Sigra 2019 Gilang Satria/Kompas.comDaihatsu luncurkan Sigra 2019
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana peningkatan tarif Bea Balik Nama (BBN) kendaraan bermotor kepemilikn pertama sebesar 2,5 persen di wilayah DKI Jakarta, disebut dapat menaikkan harga jual mobil baru.

Daihatsu sebagai salah satu produsen otomotif mengaku terkena dampaknya dan bersedia ikut regulasi yang ditetapkan.

“Ikut naik harga, kan dilihat sebagai perusahaan ikut semua aturan yang berlaku,” kata Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, kepada Kompas.com, Selasa (24/9/2019).

Baca juga: Bulan Depan Pajak Kendaraan di Jakarta Naik 2,5 Persen?

Daihatsu Urban Fest Yogyakarta, diselenggarakan untuk generasi milenialADM Daihatsu Urban Fest Yogyakarta, diselenggarakan untuk generasi milenial

Meski begitu, Amel mengatakan faktor kenaikan harga yang terjadi saat ini hanya disebabkan dari meningkatnya tarif BBN.

“Faktor kenaikan harga macam-macam, sekarang bakal ada kenaikan harga karena pajaknya yang naik. Soal kenaikan harganya berbeda-beda sesuai kondisi harga mobilnya, hitung naik 2,5 persen, ” ujarnya.

Meningkatnya tarif BBN beserta harga jual mobil secara langsung akan mempengaruhi minat pembelian mobil. Namun melihat kondisi saat ini, menurunnya daya beli tak hanya dari kenaikan harga tapi juga dari kondisi pasar yang sedang lesu.

Baca juga: Reaksi Suzuki Terkait Rencana Kenaikan Pajak Kendaraan di Jakarta

Turnamen bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters diharapkan akan mampu bertahan lama sebagai turnamen pendamping Indonesia Open yang telah berlangsung puluhan tahun.Tjahjo Sasongko/Kompas.com Turnamen bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters diharapkan akan mampu bertahan lama sebagai turnamen pendamping Indonesia Open yang telah berlangsung puluhan tahun.

“Kenaikan BBN pasti ada pengaruhnya, permintaan akan turun. Tetapi sebenarnya penjualan mobil tergantung daya beli, walau harga belum naik tapi jika tidak ada kemampuan beli juga enggak bisa dipaksakan,” kata Amel.

Oleh karena itu, dia realistis dengan kondisi pasar. Apalagi menurut Amel, Gaikindo juga telah mengumumkan penurunan target penjualan pada 2019 hanya menjadi 1 juta unit saja.

“Pasar mobil memang sedang kurang bergairah, menurut Gaikindo turun dibandingkan tahun lalu. Untuk yang butuh dan ada dana, ya ini saat yang tepat beli mobil baru, sebelum pajaknya naik,” ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X