Jadi Pemicu Pecah Ban, Tambal Ban Model Tusuk Hanya Untuk Sementara

Kompas.com - 17/09/2019, 16:18 WIB
Ilustrasi alat bengkel ban mobil KOMPAS.com/GilangIlustrasi alat bengkel ban mobil
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Ban mobil yang sudah pernah mendapat tambal bal memang masih bisa dipakai. Namun yang harus jadi perhatian, seperti apa tambal ban yang dilakukan. Jangan sampai efek tambal ban jadi bom waktu pemicu pecah ban.

Menurut Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia Fachrul Rozi, tambal ban model tusuk memang cukup diminati oleh orang-orang, karena harganya yang terjangkau. Padahal metode ini hanya dianjurkan untuk sementara saja.

“Tambalan model tusuk atau yang seperti cacing sifatnya hanya sementara, sampai dibawa ke bengkel. Sebab tambalan ini tidak secara sempurna menutup lubang yang menyebabkan bocor,” ujarnya saat ditanya Kompas.com (17/9/2019).

Baca juga: Panik Saat Ban Pecah, Lebih Baik Tambah Gas Ketimbang Injak Rem

Ilustrasi tambal ban pinggir jalan yang biasa menawarkan jasa tambal model tusukGridOto.com Ilustrasi tambal ban pinggir jalan yang biasa menawarkan jasa tambal model tusuk

“Kalau ujung paku atau benda tajam yang menancap, menggesek bagian dalam ban. Ini yang berpotensi menimbulkan celaka di kemudian hari. Air mungkin bisa masuk, atau luka sayatan makin melebar hingga berakibat pecah ban,” sambung Rozi.

Rozi juga mengingatkan, tambal ban yang baik adalah yang dilakukan dari dalam. Biasanya dilakukan oleh bengkel-bengkel besar, dan harganya memang tidak murah. Sebab prosesnya yang lebih rumit ketimbang tambal ban model tusuk.

“Kalau dari dalam, ban harus dibuka. Nanti ditempel tire patch atau yang biasa dikenal dengan merek Tip Top. Ini sifatnya bisa permanen, sampai usia ban habis,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X