Pakai Mobil Listrik Bikin Blue Bird Hemat 35 Persen

Kompas.com - 28/08/2019, 07:22 WIB
Armada taksi listrik Blue Bird menggunakan Tesla Model S 75D Facebook / ZulfikriArmada taksi listrik Blue Bird menggunakan Tesla Model S 75D

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih banyak masyarakat yang ragu akan tingkat efisien atau hematnya dari kendaraan listrik. Salah satu yang sudah membuktikannya adalah PT Blue Bird (Tbk). Perusahaan taksi ini mengklaim bisa menghemat biaya operasional hingga 35 persen menggunakan kendaraan listrik.

Amelia Nasution, Direktur Marketing Blue Bird Group, mengatakan, sekarang ini Blue Bird sudah menggunakan 25 unit mobil listrik sebagai taksi yang diberi nama e-Taxi sejak April lalu.

Baca juga: Tesla Model S Jadi Taksi Blue Bird

"Kita di Blue Bird mengoperasikan kendaraan listrik itu sebenarnya lebih efektif. Sebab, kalau dilihat perbandingannya hampir 35 persen," ujar Amelia, dalam focus group discussion tentang "Kajian Implementasi Kendaraan Elektrifikasi (EV) Dalam Mendukung Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik sebagai Industri Berkelanjutan Pascaterbitnya Perpres No 55/2019", di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (27/8).

Perbandingan biaya operasional Blue Bird menggunakan mobil listrikBlueBird Perbandingan biaya operasional Blue Bird menggunakan mobil listrik

Dalam jarak 100 km, mobil listrik memerlukan 26 kWh. Sementara mobil konvensional, butuh 10 liter bensin. Jika dihitung biaya yang dikeluarkan, mobil listrik butuh Rp 42.900 dengan satuan harga Rp 1.650/kWh. Mobil bensin bisa mengeluarkan biaya hingga Rp 65.500 dengan harga bensin Rp 6.550/liter.

Sementara taksi Blue Bird, jarak tempuh rata-rata dalam satu hari bisa mencapai 300 km. Total biaya yang dikeluarkan dalam satu tahun untuk biaya energi tercatat Rp 4.697.550.000 untuk mobil listrik. Sedangkan mobil bensin, menghabiskan biaya hingga Rp 7.172.250.000.

Baca juga: Selain BYD, Blue Bird Juga Pakai Tesla?

Maka, dengan menggunakan mobil listrik, Blue Bird bisa menghemat biaya operasional per tahun hingga Rp 2.474.700.000. Angka tersebut hanyalah untuk pengeluaran energi atau bahan bakar, di luar biaya perawatan.

Meskipun terbukti ongkos energi mobil listrik lebih murah 35 persen dari konvensional, tetapi harga beli kedua kendaraan berteknologi beda itu masih terpaut cukup jauh. Harga yang kurang kompetitif bakal sulit menyentuh konsumen jika mau mendorong peralihan ke mobil listrik.

Amelia mengakui kalau harga mobil listrik yang masih sangat mahal. Amelia mengatakan, harga mobil listrik enam kali lipat dari harga mobil berbahan bakar minyak, sehingga butuh investasi besar di awal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X