Produsen Motor Listrik Belum Tahu Perpres Kendaraan Listrik

Kompas.com - 09/08/2019, 13:59 WIB
Viar Q1 Foto: IstimewaViar Q1
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo sudah menandatangani peraturan presiden (Perpres) tentang percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik pada Senin (5/8/2019).

Sejumlah produsen roda dua yang dihubungi Kompas.com, seperti Gesits, Viar dan Kymco, yang memiliki portofolio motor listrik mengatakan belum mendapat serta mengetahui isi draft Perpres tersebut. 

Baca juga: Harapan Gesits Kepada Perpres Kendaraan Listrik

Frengky Osmond, Marketing Communication PT Triangle Motorindo, produsen motor listrik Viar Q1 mengatakan, pihaknya belum mendapat draft Perpres pengembangan kendaraan listrik.

"Jujur kita belum terima karena juga baru ditandatangi kemarin kan. Jadi saat ini kami juga masih harus menanyakan ke bagian legal. Setelah itu baru kita pelajari," kata Frengky kepada Kompas.com, Jumat (9/8/2019).

Frengky tidak mau berspekulasi mengenai isi draft Perpres tersebut, yang digadang bakal memberikan kemudahan bagi pelaku industri otomotif Indonesia untuk mengembangkan kendaraan elektrifikasi.

Skuter listrik Gesits resmi meluncur di Telkomsel IIMS 2019.Donny Dwisatryo Priyantoro Skuter listrik Gesits resmi meluncur di Telkomsel IIMS 2019.

"Harapan kami standar saja, kalau bisa untuk motor (roda dua) ada pengkhususan apa saja yang bisa mendorong masyarakat memakai motor listrik. Karena ini (motor listrk) kendaraan yang potensial di Indonesia," katanya.

CEO PT Gesits Technologies Indo (GTI), Harun Sjech, produsen motor listrik anak bangsa Gesits, yang baru meluncur Mei lalu di IIMS 2019 mengatakan belum tahu Perpres sudah diteken oleh Presiden Jokowi.

Baca juga: Kata Menperin soal TKDN dan Kuota Impor Mobil Listrik

Harun mengatakan mendukung segala upaya pemerintah. Dengan adanya Perpres tersebut, Harun mengatakan hal ini bisa mendukung sektor teknologi supaya Indonesia bisa berdikari di teknologi elektriknya.

Kymco IonexFoto: Electrek Kymco Ionex

"Sebab kita (Gesits) punya teknologi sendiri, merek sendiri, dan terus berkembang. Diharapkan dengan ini industri pendukungnya juga berkembang seperti baterai dan komponen listriknya lain seperti kontroler," kata Harun.

Tunggu Waktu
Candra Permana, Hubungan Masyarakat PT Smart Motor Indonesia (SMI), yang menaungi merek Kymco di Indonesia juga mengakui belum menerima draft soal Perpres kendaraan listrik.

Namun Kymco merupakan salah satu merek yang punya model listrik. Di pasar luar negeri ada skuter Ionex dan superbike listrik Supernex. Sehingga Perpres ini bisa jadi angin segar.

"Saya belum dapar draft-nya nanti saya follow up dulu karena judulnya kok mobil listrik bukan kendaraan listrik," kata Candra.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X