Harga Mahal, Honda Monkey Ternyata Punya Basis Mirip Bebek Supra

Kompas.com - 29/07/2019, 10:50 WIB
Honda Monkey meluncur di GIIAS 2019 Gilang Satria/Kompas.comHonda Monkey meluncur di GIIAS 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor (AHM) telah memperkenalkan Honda Monkey di ajang GIIAS 2019. Motor kecil ini meneruskan legenda motor mini Monkey yang diproduksi 58 tahun lalu.

Motor bermesin 125 cc ini menarik perhatian para pemakai bebek Supra 125. Ini karena memang mesin yang digunakan serupa hanya dengan penambahan kopling manual.

“Honda Monkey persis menggungakan kopling manual seperti motor sport. Contohnya dulu di Supra XX. Namun ada perbedaan di balancer (gigi primer). Mesinnya sama seperti yang digunakan C125,” ucap Technical Service Division AHM, Endro Sutarno saat ditemui beberapa waktu lalu.

Perbedaan lainya untuk urusan transmisi Monkey dan Supra XX adalah konstruksinya. Rumah kopling dan posisi kopling serta cara kerjanya sama.

Baca juga: Beli di GIIAS 2019, Cicilan Honda Monkey Rp 1 Jutaan

Sensor IMU bekerja bersama ABS di Honda MonkeyKompas.com/Setyo Adi Sensor IMU bekerja bersama ABS di Honda Monkey

Mesin Monkey menghasilkan tenaga yang lebih besar yakni 9,25 tk pada 7.000 rpm dan torsi 11 Nm pada 5.250 rpm.

Pengabutannya sudah menggunakan PGM-FI dengan ukuran throttle body 24 mm dimana terdapat dua sensor yang terpisah yakni Idle Air Temperature dan Throttle Position.

“Hasilnya suplai bahan bakar lebih optimal ke ruang bakar. Ini sudah pakai teknologi terbaru, jadi apabila ada masalah di sektor itu indikator PGM-FI akan menyala,” ucap Endro.

Honda Monkey yang dibawa ke Indonesia sendiri lebih serupa dengan produk yang ditawarkan ke Eropa. Ini terlihat dari kode produksi Z125MA dengan kode khusus yakni ED/In yang menunjuk untuk pasar Eropa dan Indonesia.

Baca juga: Beli di GIIAS 2019, Cicilan Honda Monkey Rp 1 Jutaan

Untuk pasar lain punya kode U untuk Australia dan FO untuk Taiwan. Perbedaannya ada di fitur seperti Answer Back Buzzer yang tidak disediakan untuk Taiwan namun disediakan EVAP untuk menekan emisi gas buang.

“Soal perawatan sama seperti motor bebek dan sport. Tidak ada kesulitan untuk mekanik. Tapi perhatian khusus diberikan pada sensor IMU, selebihnya sama,” ucap Endro.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X