Bertemu Jokowi, Hyundai Bahas Mobil Listrik Sampai Mobil Terbang

Kompas.com - 26/07/2019, 06:44 WIB
Hyundai Kona 2.000 cc Hyundai Kona 2.000 cc
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah Hyundai untuk membangun pabrik di Tanah Air rupanya sudah mulai terbuka.

Bersama dengan Menteri Perindustrian ( Menperin) Airlangga Hartarto, Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group Chung Eui-sun dikabarkan sudah bertemu dan melakukan pembahasan dengan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) di Istana Merdeka, Kamis (25/7/209).

Menurut Airlangga, Jokowi merespon positif rencana investasi Hyundai Motors Group di sektor otomotif yang akan menjadi andalan ekspor Indonesia ke depannya.

Hyundai sendiri berencana akan mengekspor 40 persen dari produksinya di Indonesia, sementara 60 persen lainnya untuk kebutuhan domestik.

Baca juga: Sinyal Hyundai Bakal Produksi MPV Murah di Indonesia

"Hyundai telah menegaskan komitmennya untuk segera memulai investasi di Tanah Air. Indonesia dinilai tepat menjadi basis produksi mereka untuk memenuhi kebutuhabn pasar domestik dan ekspor," ucap Airlangga dalam keterangan resminya, Kamis (25/7/2019). 

"Saat ini Hyundai sedang melakukan survei di kawasan industri Jawa Barat, seperti daerah Bekasi, Karawang, Purwakarta (Bekapur), dan Subang. Untuk nilai investasinya masih dalam pembahasan," kata Airlangga.

Baca juga: Sinyal Hyundai Bakal Produksi MPV Murah di Indonesia

Hyundai sendiri merencanakan untuk bisa mulai memproduksi kendaraannya pada tahun 2021 dengan kapasitas hingga 250 ribu unit per tahun.

Jenis produk yang akan diproduksi cukup bervariasi, mulai dari sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), hatchback, dan sedan. Pabriknya nanti diperkirakan siap menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 orang.

Jajaran delegasi Hyundai bertemu dengan Jokowi bahas soal pabrik sampai produksi mobil di Indonesia. Jajaran delegasi Hyundai bertemu dengan Jokowi bahas soal pabrik sampai produksi mobil di Indonesia.
Menurut Airlangga, pertemuan dengan delegasi Hyundai Motors Group juga membahas terkait pemberian fasilitas tax holiday serta perjanjian dagang. Pada prinsipnya pemerintah sangat mendukun rencana investasi Hyundai dengan fasilitas fiskal yang sudah tersedia.

Baca juga: Model MPV dan SUV Masih Jadi Tulang Punggung Hyundai di GIIAS 2019

"Karena kita sudah punya perjanjian perdagangan ASEAN-Korea, ASEAN-China, kemudian dengan India sedang dalam penjajakan. Pemerintah sudah menyiapkan regulasi yang mendukung investasi di Indonesia," kata Airlangga.

Tidak hanya itu saja, Hyundai juga memaparkan potensi perkembangan teknologi otomotif di masa depan, termasuk di dalamnya electric vehicle (kendaraan listrik), fuel cell vehicle (mobil berbahan bakar hidrogen), autonomous vehicle (mobil tanpa awak). Bahkan sedang mempertimbangkan untuk flying vehicle (mobil melayang).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X