Recall Itu Bukan Aib, Tapi Kewajiban Setiap Produsen Otomotif

Kompas.com - 15/07/2019, 14:02 WIB
Ilustrasi letak komponen ?Passenger Airbag Inflator? untuk model DELICA Ilustrasi letak komponen ?Passenger Airbag Inflator? untuk model DELICA

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda sering mendengar istilah recall atau program perbaikan kembali pada model tertentu karena mengalami masalah. Sejak beberapa tahun terakhir, cukup banyak produsen otomotif yang melakukan kegiatan itu.

Kasus paling besar, yaitu persoalan airbag Takata karena kantung udara yang diproduksi oleh pabrikan asal Jepang itu harus ditarik kembali dan jumlahnya mencapai 100 juta unit.

Berdasarkan data yang dirilis oleh lembaga keselamatan Nasional Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), total ada 57 merek yang terdata menggunakan kantung udara Takata ini.

Selain persoalan kantung udara, banyak juga kampanye perbaikan dilakukan karena masalah lain. Paling penting, yaitu program recall itu bukan aib, tetapi sebagai kewajiban setiap produsen atau bentuk tanggung jawab kepada konsumen.

Baca juga: Airbag Bermasalah, Toyota Recall 60.000 Rush di Indonesia

Bahkan, di Indonesia sendiri pemerintah sudah memiliki payung hukum terkait recall. Tentu saja tujuannya sebagai bentuk perhatian soal aspek keselamatan, buat pengguna kendaraan di jalan.

Aturan recall ini ada di dalam paket kebijakan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 33/2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor, yang menggantikan Keputusan Menteri Nomor KM. 9 tahun 2004.

Bagian airbag mobil Toyota Astra Motor yang diganti dalam kampanye perbaikan dunia untuk produk Takata.Dimas Wahyu Bagian airbag mobil Toyota Astra Motor yang diganti dalam kampanye perbaikan dunia untuk produk Takata.

Oleh sebab itu, produsen otomotif yang ada di Indonesia juga sudah mulai terbuka mengenai recall. Sebagai contoh, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Toyota, dan beberapa merek lain tidak malu-malu lagi mengumumkan program perbaikan massal itu.

Bahkan, Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) pernah mengatakan, tidak takut dicap jelek oleh masyarakat. Apalagi langkah ini dilakukan untuk memperbaiki komponen yang bermasalah.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X