Isu Polusi, Jadi Cerita Jakarta Gelar Balapan Formula E

Kompas.com - 15/07/2019, 11:42 WIB
NIssan Formula E.NISSAN NIssan Formula E.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta pada 2020 akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Formula E. Rencana tersebut diutarakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada akun media sosial Instagram miliknya.

Terkait rencana ini menarik untuk melihat mengapa Jakarta dipilih sebagai salah satu kota penyelenggara.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa mengungkapkan dari pertemuan sebelumnya bersama organisasi Formula E, Indonesia memang sudah menjadi target pelaksanaan balap mobil ramah lingkungan tersebut.

“Indonesia, Jakarta, itu salah satu target organisasi Formula E sejak awal. Ketika itu memang kondisi udara Indonesia tingkat polusinya tinggi,” ucap Sadikin saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/7/2019).

Sadikin menjelaskan Formula E memiliki pesan untuk mempopulerkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Ini terkandung dalam pesan mereka setiap balapan yakni pengembangan balap ramah lingkungan juga membantu suatu kota menurunkan polusinya dengan mobil listrik.

Anies: Jakarta Tuan Rumah Balapan Formula E pada 2020

Konsep ramah lingkungan ini juga ditunjukkan dari penyelenggaraannya. Formula E menggunakan jalanan dalam kota, penyelenggaraan tanpa parkir kendaraan dimana penonton diharapkan menggunakan moda transportasi umum dan lainnya.

Dari profil kota-kota yang menjadi penyelenggara, mereka terdepan dalam isu lingkungan baik usaha untuk memperbaiki kualitas udara dan lingkungan sampai masih terjebak dalam masalah polusi.

Misal kota Riyadh, Arab Saudi disebutkan sebagai kota dengan polusi terbesar dengan lebih dari 13.000 kematian per tahun akibat polusi udara. Riyadh telah berusaha mengurangi tingkat polusi tersebut dengan berinvestasi pada kendaraan listrik menyambut Saudi Vision 2030.

Kota lainnya adalah Santiago, Chili. Kota ini terus berusaha untuk membersihkan polusi akibat kendaraan dan penggunaan kayu bakar. Kota ini berencana membuat transportasi publik bertenaga listrik di 2050.

Kota-kota lain juga punya cerita serupa seperti Mexico City, Hong Kong, Sanya, Paris, Roma, Monaco, Berlin, Benn, dan New York. Kota-kota ini seperti Jakarta, bergelut dengan masalah polusi udara dan menurunnya kualitas lingkungan dan ini yang menjadi kampanye yang pas untuk Formula E.

Belum diketahui tanggal pasti penyelenggaraan Formula E di Jakarta. Dari situs Formula E masih terdapat waktu kosong di Desember 2019 dan kemungkinan akan ada tambahan seri untuk 2020 dari 13 kota yang ikut.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X