Toyota Siapkan Rp 28 T Produksi Hibrida di Indonesia

Kompas.com - 28/06/2019, 07:02 WIB
Toyota Prius PHEV di GIIAS 2018 KOMPAS.com / Aditya MaulanaToyota Prius PHEV di GIIAS 2018

Osaka, KOMPAS.com- Toyota Motor Corporation (TMC) menyiapkan investasi baru buat Indonesia. Dana segar Rp 28,3 triliun digelontorkan untuk empat tahun ke depan, digunakan Toyota untuk memproduksi kendaraan berbasis listrik khususnya hybrid.

Rencana ini disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika melakukan One on One Meeting dengan Presiden Direktur TMC Akio Toyoda, di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Group 20 (G-20) di Osaka, Jepang, Kamis (27/6/2019). Semula Akio dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, namun karena menunggu keputusan Mahkamah Kontitusi, pertemuan keduanya pupus.

“Rencana investasi Toyota berikutnya terkait dengan kebijakan pemerintah yang baru, yaitu yang mendorong pengembangan electric vehicleNah, itu yang akan tercantum dalam dua PP (Peraturan Pemerintah),” kata Airlangga dalam keterangan resminya.

Baca juga: Toyota Kasih Sinyal Mobil Hybrid Penumpang di GIIAS 2019

Pertama, kata Menperin, PP mengenai percepatan kendaraan berbasis elektrik. Kedua, PP terkait PPnBM untuk industri berbasis elektrik, yang di dalamnya termasuk hybrid

“PPnBM itu akan menjadi nol kalau berbasis kepada elektrik dan emisinya paling rendah,” kata Menperin.

Ministry of Economy, Trade, and Investment (METI) Jepang, Hiroshige Seko, mengatakan, salah satu kebijakan otomotif ke depan yang penting adalah pengembangan kendaraan berbasis baterai atau listrik. Sejauh ini, Jepang telah melakukan kebijakan yang paralel untuk basis elektrik ( EV) dan hybrid.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) melakukan test drive bersama Warih Andang Tjahjono Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). pada acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Kementerian Perindustrian, Rabu (4/7/2018).Kementerian Perindustrian Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) melakukan test drive bersama Warih Andang Tjahjono Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). pada acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Kementerian Perindustrian, Rabu (4/7/2018).

Studi Elektrifikasi

Menperin menyampaikan, Kementerian Perindustrian, telah melakukan studi pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik sesuai iklim dan geografis nusantara. Kegiatan ini juga melibatkan enam perguruan tinggi di Indonesia.

Baca juga: Hasil Riset PTN Sebut Hybrid dan PHEV Ideal untuk Indonesia

“Dari hasil studi itu terlihat hybrid menjadi salah satu alternatif karena well to wheel, di mana dilihat juga ekosistem pembangkitan energi, mulai dari primary energy sampai kepada penggerak otomotif,” kata Menperin. 

Peluncuran Toyota C-HR HybridKOMPAS.com / Aditya Maulana Peluncuran Toyota C-HR Hybrid

Kemenperin sendiri mengaku sudah mendorong pengembangan teknologi kendaraan listrik di dalam negeri, termasuk mengenai pembuatan  fuel cell.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) Warih Andan Tjahjono yang hadir dalam pertemuan itu, menyambut positif keputusan prinsipal (TMC) menambah investasi di Indonesia. Meskipun, Warih, masih minim komentar terkait rencana investasi ini.

“Alhamdulillah.. Toyota akan terus mendorong continuous improvement. Mendorong industri dan ekspor,” kata Warih kepada Kompas.com, Jumat (28/6/2019) dini hari. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X