Reaksi BMW soal Kenaikan Bea Balik Nama di Jakarta

Kompas.com - 27/06/2019, 09:42 WIB
Mobil All New BMW M2 Competition saat diresmikan pertama kalinya di Eurokars Galery, Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu (24/11/2018). BMW Indonesia akan menjual All New BMW M2 Competition di awal tahun 2019 dengan 2 pilihan transmisi, yaitu transmisi otomatis dan juga manual. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMobil All New BMW M2 Competition saat diresmikan pertama kalinya di Eurokars Galery, Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu (24/11/2018). BMW Indonesia akan menjual All New BMW M2 Competition di awal tahun 2019 dengan 2 pilihan transmisi, yaitu transmisi otomatis dan juga manual.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengejar ketertinggalan dengan daerah lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengusulkan agar tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ( BBNKB) baru naik 2,5 persen. Dari saat ini hanya 10 persen menjadi 12,5 persen.

Usulan ini mendapat beragam reaksi, baik dari masyarakat juga agen tunggal pemegang merek (ATPM), salah satunya perwakilan merek premium, BMW Group Indonesia. Merek asal Jerman ini, menyatakan, dampak dari naiknya tarif BBNKB akan mengerek harga jual produknya.

"Sampai saat ini kami belum menerima informasi soal itu, tapi dari segi dampak pastinya ada. Paling utama akan mempengaruhi harga on the road dari produk-produk kami," kata Jodie O'tania, Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/6/2019).

Baca juga: Tanggapan Gaikindo soal Rencana Kenaikan Bea Balik Nama Kendaraan

Jodie berharap sebelum peraturan tersebut resmi difinalisasi, pemerintah melakukan kajian lebih lanjut. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui dampak-dampak apa saja yang bisa timbul dari kenaikan tarif BBNKB kendaran baru di Jakarta.

Pameran BMW di Plaza Senayan Pameran BMW di Plaza Senayan

"Kami berharap pihak pemerintah bisa melakukan assesment untuk melihat dampak dari perubahan tarif BBNKB, atau berdiskusi dengan atau berdiskusi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) sebagai perwakilan dari bran otomotif di Indonesia," ucap Jodie.

Seperti diketahui, Pemprov melalui Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, sedang mengajukan draf revisi Perda DKI No 9/2010 mengenai kenaikan tarif BBNKB kepada DPRD DKI. Selain untuk meratakan dengan daerah lain, hal ini juga untuk mencegah wajib pajak membeli kendaraan bermotor baru di daerah yang lebih rendah tarif BBNKB-nya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X