Mengetahui Tanda-tanda Ring Piston Sudah Lemah

Kompas.com - 19/06/2019, 11:42 WIB
Ilustrasi asap putih keluar dari knalpot mobilFoto: Paulan.org Ilustrasi asap putih keluar dari knalpot mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tolok ukur mobil dalam keadaan sehat yaitu performa mesin yang terjaga. Mesin tidak bertenaga pun dapat disebabkan beberapa hal, salah satunya yaitu melemahnya tekanan kompresi mesin.

Menurut Techical Support PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, salah satu tanda turunnya kompresi pada mesin karena melemahnya ring piston (ring seher) atau seal klep, yakni ditandai keluarnya asap putih dari knalpot.

Baca juga: Perawatan Ringan Menjaga AC Mobil Tetap Dingin

"Tandanya ring piston sudah lemah ialah kompresi mesin jadi rendah, selain itu oli terbakar sehingga mengeluarkan asap putih di knalpot. Kalau sudah begitu dampaknya tenaga mesin berkurang," kata Didi kepada Kompas.com, Selasa (18/6/2019).

Asap putih di knalpot lanjut Didi, terjadi karena ring piston tidak bisa menahan oli masuk ke ruang bakar. Oli yang ikut terbakar menghasilkan warna putih pekat, yang kemudian keluar bersamaan dengan lubang knalpot.

Selain tenaga mesin yang melemah, kebocoran ring piston juga berdampak pada umur busi. Oli yang masuk ke ruang bakar membuat busi cepat mati, karena kepala busi berkerak dan berwarna hitam akibat oli terbakar.

"Jika sudah seperti itu cara penanganannya turun mesin atau overhaul untuk mengganti ring piston yang baru," kata Didi.

Baca juga: Bulan Depan, Mobil Listrik DFSK Masuk Indonesia

Namun sebelum mengalami kondisi seperti itu, maka Didi menyarankan, cara paling mudah merawat ring piston yakni pada dasarnya merawat mesin keseluruhan menggunakan oli sesuai standar mesin dan penggantian secara berkala.

"Perawatannya dengan menggunakan oli sesuai standar mesin dan penggantian secara berkala. Sebaiknya setiap 6 bulan atau 5.000-10.000 km tergantung dari jenis dan tipe olinya," kata Didi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X