Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Kompas.com - 25/05/2019, 15:42 WIB
Andrea Dovizioso masih merasa Desmosedici GP19 kurang kencang.Foto: AFP Andrea Dovizioso masih merasa Desmosedici GP19 kurang kencang.

LE MANS, KOMPAS.com - Andrea Dovizioso masih merasa Desmosedici GP19 kurang kencang. Pasalnya dari lima seri MotoGP 2019 yang sudah digelar dia hanya mampu juara di seri pertama, sisanya tiga seri diborong oleh Marc Marquez.

"Kami butuh kecepatan. Ketika memiliki kecepatan yang baik maka saya dapat mengatur banyak hal. Tapi ketika dua persepuluh detik saja lebih lambat, semuanya akan menjadi masalah," kata Dovi melansir Motorsport.

Baca juga: Marquez Sebut Dovizioso Makin Kencang

Dovi mengatakan, setiap pebalap memiliki gaya mengendarai motor yang berbeda dan punya setingan motor idealnya masing-masing. Tapi buat Dovi yang paling penting menurutnya ialah motor yang bisa berlari kencang.

"Jika kami bisa ditingkatkan lagi, kami punya kesempatan untuk bertarung. Tapi jika tidak, Anda bisa berdoa agar pembalap lain membuat kesalahan, dan itu bukan cara yang baik untuk memenangkan kejuaraan," kata Dovi.

Baca juga: Marquez Nilai Dovizioso Kini Lebih Berbahaya

Setelah Le Mas, MotoGP 2019 akan berlangsung di Mugello, Italia dan Catalunya, Barcelona. Dovi mengatakan dua sirkuit tersebut cukup bagus buat Ducati, tapi kalaupun menang di sana belum tentu jalan merebut Juara Dunia 2019 jadi mudah.

"Mugello dan Barcelona akan sangat penting karena bisa menjadi trek yang bagus untuk kami, tetapi ini bukan intinya, sebab saya tidak berpikir itu akan menentukan hasilnya. Masih ada banyak poin yang tersisa," katanya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X