Astra Pangkas Produksi AMMDes

Kompas.com - 02/04/2019, 07:02 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat mencoba Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018. ANDREAS LUKAS ALTOBELIPresiden Republik Indonesia Joko Widodo saat mencoba Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana produski awal Alat Mekanis Multiguna Pedesaan ( AMMDes) di dua pabrik batal, mengakibatkan rencana volume produksi dipangkas. Kendaraan "pak tani" ini pun akhirnya hanya akan diproduksi di PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

Hal ini dinyatakan oleh Presiden Direktur KMWI Reza Treistanto kepada Kompas.com, Senin (1/4/2019). Menurut Reza, batalnya rencana memproduksi AMMDes yang semula akan dilakukan juga di Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah, di bawah naungan PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI), yang menyertakan Sukiat sebagai salah satu founder dari "mobil pak tani" ini.

Keputusan pembatalan produksi di Klaten, kata Reza, lebih karena pertimbangan masalah efesiensi, mengingat pemasok AMMDes lebih banyak di wilayah Jabodetabek.

"Jadi AMMDes saat ini hanya akan diproduksi di Citeureup saja, terpusat di sini, yang di Klaten batal. Selain itu, juga untuk tahap awal dengan dua pabrik nanti akan berat cost, masalah pengangkutan dan sebagainya," ucap Reza saat dikonfirmasi.

Baca juga: Kaleidoskop 2018, Lahirnya AMMDes Kendaraan Desa Karya Anak Bangsa

Meski demikian, Reza menjelaskan bila di Klaten nantinya hanya digunakan sebagai sarana distribusi bagi AMMDes. Sementara untuk penjualan sendiri, pada tahap awal baru memenuhi permintaan dari kalangan instansi pemerintahan daerah.

AMMDes di pabrik Klaten, Jawa TengahSTANLY RAVEL AMMDes di pabrik Klaten, Jawa Tengah

Dengan gagalnya produksi di Klaten, otomatis target produksi AMMDes juga ikut terpangkas. Dari semula disebut bisa mencapai 15.000 unit dalam satu tahun, kini anjlok tinggal 3.000 unit saja.

"Seperti kemarin saya bilang, jadi untuk awal ini kita lebih untuk memenuhi permintaan pemerintahan, pemesanannya pun nanti akan langsung melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Target kita sekarang hanys 3.000 unit," ucap Reza.

Entitas Baru

Sebelumnya, pada 11 Juni 2018, PT Astra Otoparts Tbk membentuk anak usaha baru, PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) gabungan dari PT Velasto Indonesia, PT Ardendi Jaya Sentosa, dan PT Kiat Inovasi Indonesia. Lewat perusahaan baru mereka sepakat untuk memproduksi dan mendistribusikan AMMDes melalui dua perusahaan patungan.

Baca juga: 15.000 AMMDes Siap Diproduksi Sepanjang 2019

Pertama, PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) sebagai perusahaan yang merancang, merekayasa, dan memproduksi AMMDes. Kedua, PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) sebagai perusahaan yang memasarkan, menjual dan mendistribusikan suku cadangnya, serta menyediakan layanan dukungan teknis pasca penjualan. Namun, seiring perjalanan kata “Kiat” hilang dari perusahaan diganti “Kreasi”, menjadikan perusahaan ini entitas baru.

Ketika mengkonfirmasikan soal hal ini ke pencetus AMMDes yang juga merupakan Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) Sukiat, enggan memberikan banyak keterangan. Pria yang juga pelopor mobil Esemka ini, hanya mengatakan proyek pabrik AMMDes di Klaten batal berjalan.

"Batal mas, jadi hanya di sana (Citeureup) saja. Kontrak dan izin sewa lahan di Ceper juga sudah saya urus dibatalkan," kata Sukiat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X