Kompas.com - 22/03/2019, 15:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -Pebalap Indonesia, Rio Haryanto telah memastikan diri turun kembali pada ajang balapan internasional. Bersama T2 Motorsport dengan rekan satu tim David Tjiptobiantoro, Rio akan berlaga di kompetisi Blancpain GT World Challenge Asia 2019 dan Asian Le Mans 2019/2020.

Rio dan David bahkan sudah menargetkan menjadi juara umum dan juara pertama di ajang balap bergengsi Asia tersebut. Perpaduan pengalaman David dan Rio di lintasan balap diharapkan dapat meraih hasil maskimal.

Menariknya, Rio akan membalap bersama kendaraan yang belum pernah dikendarai sebelumnya yakni Ferrari 488 GT3. Mobil ini akan bersaing dengan beberapa merek pabrikan yang diciptakan khusus untuk balap GT seperti McLaren 720S GT3, Audi R8 LMS GT3 Evo, Honda NSX GT3 Evo, Lamborghini Huracan GT3 Evo, Porsche 911 GT3 R dan Mercedes-AMG GT3.

"Saya harus bisa beradaptasi secepat mungkin karena balapan pertama Blancpain awal bulan depan. Untuk Asian Le Mans akhir tahun. Pengalaman saya, tahun lalu sempat coba di GT4 Shanghai dengan mobil Audi. Tapi untuk mobil T2 Motorsport belum saya coba," ucap Rio saat ditemui Jumat (22/3/2019).

Melihat spesifikasi untuk kejuaraan GT3, Ferrari 488 yang akan dinaiki Rio memiliki tenaga yang cukup besar. Mobil ini mengusung mesin Twin Turbo V8 90 derajat VVT dengan tenaga sekitar 60 tk pada 7.000 rpm dan torsi 700 Nm pada 6.000 rpm.

Baca juga: Le Mans, Target Baru Rio Haryanto Bersama T2 Motorsports

Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro siap beroaga di arena GT dan ketahanan AsiaT2 Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro siap beroaga di arena GT dan ketahanan Asia

Mesin ini sudah dikembangkan melalui tahap uji coba dan dikhususkan untuk balap. Gearboxnya juga diganti dari model longitudinal menjadi transversal yang membuat mobil lebih mudah dikendalikan oleh pebalap.

Mobil dengan dimensi panjang 4.633 mm, lebar 2.045 mm dan tinggi 1.090 mm ini memiliki bobot 1.260 kilogram saja. Mobil ini memang dibuat Ferrari dari nol untuk membuat performa lebih kencang namun tidak meninggalkan karakter 488.

Perbedaan dengan generasi sebelumnya 458 adalah mobil ini dibuat dari kerangka kosong dan dikembangkan secara khusus memenuhi standar kelas GT3. Sistem aerodinamikanya lebih detail yang membuat performanya di atas trek semakin meyakinkan.

Kerangka aluminium yang ringan dan kokoh, cocok digunakan pada balapan yang membutuhkan kecepatan dan ketahanan terutama dalam hal menerjemahan keinginan pebalap untuk bergerak. Teknologi penghematan bahan bakarnya sama dengan mobil LMP1 dan LMP2 dengan sistem elektrik dioptimalkan untuk mendapatkan performa mobil yang lebih kencang.

Ajang Blancpain GT World Challenge Asia 2019 akan dimulai Apri 2019 hingga Septermber 2019 mendatang dalam enam seri balapan. Untuk kompetisi Le Mans Series 2019/2020 akan dimulai November mendatang hingga Februari 2020 dengan empat seri balapan mulai dari China, Australia, Malaysia dan Thailand.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.