Komparasi Trans Jawa

Ada yang Hilang di Sepanjang Jalur Pantura

Kompas.com - 14/01/2019, 13:27 WIB
Suasana perjalanan ekspedisi komparasi Tol Trans Jawa - Pantura oleh tim Otomotif Kompas.com Kompas.comSuasana perjalanan ekspedisi komparasi Tol Trans Jawa - Pantura oleh tim Otomotif Kompas.com
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Awak redaksi Kompas.com (Kompasotomotif) belum lama ini melakukan komparasi Trans Jawa, menggunakan dua unit Mitsubishi Xpander. Perjalanan dimulai dari rest area Cikampek KM 57, menuju ke Surabaya, Jawa Timur.

Tim satu mendapatkan kesempatan melintas jalan Tol Trans Jawa, kemudian regu satu lagi harus melewati jalur pantai utara alias Pantura.

Ketika perjalanan dimulai dari KM 57 Tol Cikampek sekitar pukul 06.30 WIB, mulai menyusuri beberapa kota seperti Subang, Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, Lamongan, Gresik dan berakhir di Surabaya.

Baca juga: Komparasi BBM Xpander Melintasi Jalur Trans Jawa, Tol Versus Reguler

Sejak dulu, jalur ini memiliki signifikansi yang sangat tinggi dan menjadi urat nadi utama transportasi darat, karena setiap hari dilalui oleh puluhan ribu unit kendaraan bermotor dari berbagai jenis.


Apalagi menjelang Lebaran, jalur Pantura ini menjadi pilihan utama buat masyarakat Indonesia yang akan mudik ke Jawa Tengah dan Timur. Tetapi, setelah muncul jalan Tol penguhubung dari Jakarta hingga ke Jawa, lambat laun pengguna jalan teralihkan perhatiannya.

Iming-iming bisa cepat tiba lebih dulu di kota tujuan, menjadi daya tarik masyarakat yang akan pergi ke wilayah Jawa Tengah dan Timur menggunakan mobil pribadi. Tetapi ingat, ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk membayar Tol.

RM Srikandi yang sudah tutup di Jalur PanturaKOMPAS.com / Aditya Maulana RM Srikandi yang sudah tutup di Jalur Pantura

Hasil survei awak redaksi pada 3-5 Januari 2019, biaya Tol dari Jakarta menuju ke Surabaya sekitar Rp 479.500. Jumlah tersebut masih bisa berubah karena terdapat ruas tol yang masih digratiskan.

Balik lagi ke jalur Pantura, karena daya tariknya semakin turun maka sejumlah fasilitas seperti rumah makan, tempat istirahat, hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pun ada yang sudah tidak beroperasi.

Terpantau dari Cikampek hingga ke Cirebon saja, kurang lebih ada sekitar tiga SPBU yang tutup, belum lagi restoran yang biasa dulu digunakan oleh para sopir Bus, hingga truk istirahat dan makan, kini sudah tidak beroperasi lagi.

"Sudah lama tutup, praktisnya sejak Tol Cipali dan Trans Jawa ini dibuka. Banyak truk dan bus yang lewat sana, sehingga tempat makan ini ikut tutup karena sepi sekarang ini," ucap Ade, salah satu pengemudi truk berada di depan RM Srikandi di kawasan Subang, Jawa Barat.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X