Tol Trans-Jawa, Harapan Baru Pengusaha Bus AKAP - Kompas.com

Tol Trans-Jawa, Harapan Baru Pengusaha Bus AKAP

Kompas.com - 08/01/2019, 13:24 WIB
Bus Lorena dan Karina Double DeckerStanly/KompasOtomotif Bus Lorena dan Karina Double Decker

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersambungnya jalan tol Trans-Jawa menjadi secercah harapan bagi para pengusaha bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Tol yang membentang dengan panjang 759 km itu diprediksi mampu mengairahkan roda bisnis transportasi darat, khususnya bus AKAP.

Pengurus Pusat Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) yang sekaligus pemilik PO Sumber Alam, Anthony Steven Hambali, menjelaskan bahwa kehadiran tol Trans-Jawa sudah cukup dinanti para pengusaha bus.

"Ini menjadi sebuah harapan baru, para pengusaha sudah banyak menyiapkan strategi menyambut beroperasinya tol yang menghubungkan Merak sampai Surabaya ini. Yang pasti, dengan adanya tol ini kami akan mempu bersaing kembali dengan moda transportasi lain, salah satunya kereta api," ucap Anthony kepada Kompas.com, Senin (7/1/2019).

Baca juga: Pengusaha Transportasi Meradang dengan Bus Trans Java ala Menhub

Menurut Anthony, salah satu kelebihan yang ditawarkan tol Trans-Jawa adalah waktu tempuh yang makin pendek. Untuk menuju satu kota ke kota lain di Pulau Jawa sekarang tak lagi memakan waktu hingga belasan jam.

Tol Solo-Ngawi segmen Kartasura-Salatiga.Kompas.com / Dani Prabowo Tol Solo-Ngawi segmen Kartasura-Salatiga.
Kondisi ini sangat memengaruhi sisi bisnis yang membuat perputaran perjalanan makin ringkas serta efesiensi waktu dan juga bahan bakar. Namun, selain dari jarak yang makin pendek, adanya tol Trans-Jawa menurut Anthony juga merangsang beberapa rekan pengusaha bus untuk menyediakan moda transportasi yang berkualitas.

"Beberapa rekanan bisnis sudah mulai ada yang menyiapkan bus-bus luxury seperti double decker, tapi balik lagi itu tergantung target market dari masing-masing perusahaan. Secara hitungan memang harga tol tidak murah, tapi kita jangan melihat dari harga satuan dari cost keseluruhan juga, mulai dari bahan bakar, waktu tempuh, serta perawatannya, kalau menurut saya masih masuk hitungan," ucap Anthony.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X