Inden PCX150 Sampai Akhir Tahun

Kompas.com - 17/10/2018, 08:24 WIB
Honda All New PCX saat diluncurkan di Kemayoran, Jakarta (7/2/2018). Kompas.com-donny aprilianandaHonda All New PCX saat diluncurkan di Kemayoran, Jakarta (7/2/2018).
Penulis Stanly Ravel
|


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor ( AHM) kewalahan untuk memenuhi pemesanan unit Honda PCX 150. Pasalnya, sejak dirakit lokal dengan harga yang lebih miring, jumlah pemesanan skutik bongsor tersebut diklaim terus membeludak.

Menurut General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin, tingginya pesanan PCX berimbas pada antrean panjang masa tunggu konsumen atau inden yang diprediksi bisa sampai akhir tahun.

"Untuk konsumen yang beli di bulan ini (Oktober) itu inden sudah dua bahkan sampai tiga bulan ke depan. Jadi kemungkinan baru dapat akhir Desember nanti," ucap Muhib kepada wartawan di sela-sela acara Astra Honda Skill Contest yang berlangsung di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018).

Baca juga: Rapor Penjualan PCX dan Vario di Jakarta-Tangerang

Muhib menjelaskan, bahwa molornya inden skutik tersebut bukan kerena adanya regulasi pembatasan produksi. Namun dikarenakan memang sampai saat ini Honda belum bisa menaikan kapasitas produksi PCX.

Peluncuran Honda PCX 150 di Mal Ciputra, Grogol, Sabtu (10/3/2018).KOMPAS.com / Aditya Maulana Peluncuran Honda PCX 150 di Mal Ciputra, Grogol, Sabtu (10/3/2018).

"Bukan dibatasi, kita memang hanya belum bisa menaikan utilitas produksinya saja. Karena kalau mau menaikan kapasitas produksi, itu ada hitung-hitungannya, kalkulasinya lagi, seberapa lama permintaan konsumen bisa bertahan dan lainnya," kata Muhib.

Meski demikian, Muhib menjelaskan ke depannya AHM akan terus berusahan untuk meningkatkan produksi, guna mereduksi masa tunggu konsumen mendapatkan skutik idamannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X