Banyak Komponen Mobil yang Rawan Korosi Jika Kena Air Laut

Kompas.com - 01/10/2018, 11:42 WIB
Seorang pria berusaha mengendarai sepeda motornya melalui lumpur di Pal, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018), setelah gempa kuat dan tsunami melanda daerah tersebut. Hampir 400 orang tewas akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).AFP PHOTO / Bay ISMOYO Seorang pria berusaha mengendarai sepeda motornya melalui lumpur di Pal, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018), setelah gempa kuat dan tsunami melanda daerah tersebut. Hampir 400 orang tewas akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak kerugian yang dialami oleh para korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Selain bangunan, kendaraan pun ikut rusak karena tertimpa reruntuhan dan kena air laut ketika gelombang tsunami datang.

Perlu diketahui bahwa dalam satu unit mobil, cukup banyak komponen yang punya potensi berkarat karena terkena air laut tadi. Apalagi, yang sifatnya mengandung besi, dan sebaiknya segera melakukan perbaikan atau dibersihkan.

"Secepatnya, agar karat itu tidak lebih melekat lagi pada komponen," ucap Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor (ADM) kepada Kompas.com, Senin (1/10/2018).

Baca juga: Bagaimana Klaim Asuransi, tapi Dokumen Hilang karena Bencana?

Anjar menjelaskan, pada prinsipnya semua komponen yang mengandung besi memiliki potensi untuk berkarat, terlebih terkena air laut yang kadar garamnya sangat tinggi.

"Jadi langkah antisipasi meminimalkan karat dengan membersihkan keseluruhan komponen tersebut dari kontaminasi air laut," ujar Anzar.

Menurut dia, selama masih karat permukaan (rust surface), maka masih bisa dibersihkan, tetapi jika kadarnya sudah tinggi atau masuk dalam kategori corrosive, bisa sulit dibersihkan.

"Tidak ada batasan waktu, jadi lebih cepat dibersihkan akan lebih baik," kata Anzar.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X