Ketegangan Lorenzo dan Marquez Mereda Pasca-Aragon

Kompas.com - 27/09/2018, 09:42 WIB
Jorge Lorenzo memacu Ducati-nya pada sesi latihan bebas keempat GP Aragon, 22 September 2018. AFP/JOSE JORDANJorge Lorenzo memacu Ducati-nya pada sesi latihan bebas keempat GP Aragon, 22 September 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo sangat kecewa dengan hasil di GP Aragon pekan lalu. Ia yang sudah berada di posisi start terdepan harus terjatuh di tikungan pertama putaran pertama dan menyerahkan kemenangan pada rivalnya, Marc Marquez.

Dalam keterangan setelah balapan ketika itu, Lorenzo menyalahkan Marquez yang membuatnya harus melebar dan terjatuh. Termasuk menghilangkan kesempatan untuk berlaga di GP Thailand.

Namun nampaknya hubungan kedua pebalap saat ini sudah jauh lebih tenang. Ini terlihat dari ungkapan Lorenzo beberapa hari setelahnya meski masih menyalahkan rekan pebalap senegaranya itu.

"Saya mendapat telepon dari Marquez yang ingin tahu bagaimana keadaan saya. Dan mengapa saya mengucapkan alasan (terjatuh) itu kepadanya," ucap Lorenzo seperti dikutip dari Speedweek.com. Rabu (26/9/2018).

Marquez pun nampaknya juga tidak menunjukkan masalah dengan Lorenzo. Dalam akun sosial medianya ia mengungkapkan agar Lorenzo segera sembuh dari cederanya.

Baca juga: Lorenzo: Marquez Hancurkan Kaki Saya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semoga lekas sembuh. Sampai jumpa di Thailand," ucap Marquez.

Lorenzo sendiri mengungkapkan pandangannya soal Aragon. Sebagai pebalap akan selalu ada saat-saat di atas namun juga ada saat-saat harus di bawah.

"Karena pasti ada saat seperti ini. Terkadang terlihat menjadi akhir segalanya, berada di dua bagian momen ekstrem. Ini membuat kamu seperti kehilangan tujuan akhir. Tapi saya sangat menikmati ini, seperti naik roller coaster," ucap Lorenzo.

Lorenzo mengungkapkan peristiwa Aragon adalah waktu dia berada di bawah. Namun itu membuat pebalap Spanyol ini terus berpikir apa yang akan terjadi berikutnya, wahana roller coaster apa yang akan ia alami. Dan ia berharap akan dapat menikmatinya dan menjadi lebih baik.

Saat ini Lorenzo menduduki peringkat keempat klasemen MotoGP dengan 130 poin. Marquez berada di peringkat pertama dengan 246 poin disusul Andrea Dovizioso degan 174 poin dan Valentino Rossi di tempat ketiga dengan 159 poin.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Siempre he pensado que la vida y el deporte son como una montaña rusa, una mezcla de momentos y emociones. Como en la famosa atracción, muy pronto nos podemos encontrar con una subida, larga y estable. Cuando eres novato, piensas que tu vida va a ser siempre así, en continua ascensión. Piensas, ingenuamente, que esas bajadas que han sufrido tus padres o tus amigos no las vas a tener que pasar tu. Incluso a los que, como yo, hemos subido y bajado cientos de veces nos gusta obviar lo que ya sabemos: Todo lo que sube tiene que bajar. Porqué al final siempre llega esa caída, a veces tan abrupta y larga que parece que va a ser el fin (aunque casi nunca lo es). Entre esos dos momentos extremos también hay subidas y bajadas más cortas, tirabuzones que te hacen perder el norte y curvas ciegas que te imposibilitan saber cual va a ser tu destino con exactitud. Gracias a ese contraste de emociones uno se llega a sentir vivo y por eso las montañas rusas son tan adictivas. Para poder apreciar la satisfacción y seguridad de una subida necesitas pasar por la angustia y las dudas que te genera una bajada. Para poder apreciar la claridad de visión necesitas pasar por los tirabuzones y para que la vida no se vuelva previsible son necesarias las curvas ciegas. Creo que cada uno de nosotros vivimos montados en nuestras montañas rusas particulares. Y aunque a veces algunas nos lleguen pre fabricadas, en la mayoría de los casos somos nosotros mismos los ingenieros/constructores de las mismas. Eso sí, una vez subidos al vagón solo podemos decidir la manera que vamos a vivir esos momentos. Yo, ayer viví mi última bajada. No me gustó. De hecho la odié con todas mis fuerzas mientras me auto maldecía por no haberla previsto antes. Ahora, tumbado en la cama y con el pie envuelto en una bolsa de hielo, no dejo de pensar cómo puedo mejorar mi próxima montaña rusa y si voy a conseguir vivirla mejor.

A post shared by Jorge Lorenzo (@jorgelorenzo99) on Sep 24, 2018 at 11:13am PDT



Sumber Speedweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.