Rawan Kecelakaan, Ini Area “Blind Spot” pada Truk - Kompas.com

Rawan Kecelakaan, Ini Area “Blind Spot” pada Truk

Kompas.com - 13/09/2018, 15:22 WIB
Ilustrasi truk.AUTOBLOG.com Ilustrasi truk.

JAKARTA, KOMPAS.com – Berkaca dari kasus yang baru saja terjadi di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, di mana ada pengendara motor terlindas ketika akan menyalip dump truck, perlu diingat kembali titik-titik blind spot kendaraan besar tersebut.

Jusri Pulubuhu, Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menuturkan, blind spot sendiri merupakan area sekeliling kendaraaan, yang gagal terlihat atau terhalang untuk dilihat oleh pengemudi.

Itu yang kemudian membuat area tersebut berbahaya, bukan hanya buat kendaraan itu sendiri tapi juga kendaraan lainnya. Jadi perlu diketahui titiknya agar bisa waspada.

“Salah satu penyebab blind spot adalah konstruksi kendaraaan, semakin besar kendaraaan , semakin besar blind spotnya. Intinya blind spot itu semua kendaraan punya, termasuk sepeda motor,” ujar Jusri kepada KOMPAS.com, Kamis (13/9/2018).

Titik blind spot terbesar truk, kata Jusri, yaitu di bagian belakang. Memang semua kendaraan punya titik blind spot tertinggi di belakang, tapi untuk truk lebih parah karena terhalang muatan dan tak bisa melihatnya lewat kaca spion seperti di mobil penumpang.

Baca juga: Edukasi Keselamatan Berkendara buat Sopir Truk dan Bus

Blind spot truk posisi setir kiri.youtube/Transport For NSW Blind spot truk posisi setir kiri.

“Buat kendaraan seperti truk, selain karena pilar-pilar yang ada, blind spot disebabkan juga karena muatan kendaraan yang menutupi bidang pandang untuk sisi bagian belakang,” ujar Jusri.

Kedua, sisi blind spot yang lainnya ada di sisi kiri kendaraan dengan kondisi setir di sebelah kanan. Jadi ketika berada di posisi tersebut sebaiknya berhati-hati, karena pengemudi truk kemungkinan tak melihat keberadaan kita, jadi berbahaya.

“Lalu area ketiga dari blind spot truk itu di sisi kanan jika di Indonesia (setir kanan), sementara untuk di luar negeri adalah sebaliknya,” ucap Jusri.

Selanjutnya di area keempat ada di depan truk. Ini karena ketinggian truk yang membuat pengemudi tak bisa melihat objek di depan mereka.

“Pada bagian depan, minimal ada dua meter dari sisi depan truk baru pengemudi bisa melihat. Sementara jika kurang dari itu, akan menghawatirkan, bisa tertabrak atau terlindas,” tutur Jusri.

Jusri menambahkan, untuk mengetahui kita berada dalam posisi blind spot truk yaitu dari spion truk sendiri. Apakah kita bisa melihat wajah si pengemudi truk dari spion kanan atau kiri, jika tidak berarti mereka juga tak melihat kita.


Komentar
Close Ads X