Datsun Sulit Naik Kelas, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 21/08/2018, 11:02 WIB
Datsun Cross yang digunakan tim Merapah Trans Jawa Kompas.com sedang melintas di area proyek pembangunan tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur.GARRY ANDREW LOTULUNG Datsun Cross yang digunakan tim Merapah Trans Jawa Kompas.com sedang melintas di area proyek pembangunan tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur.

TANGERANG, KOMPAS.com - Kemunculan Cross pada awal 2018 menjadi sinyal bahwa Datsun tidak hanya sekedar bermain di segmen mobil murah. Namun bukan berarti Datsun punya rencana untuk naik kelas.

Sebagai produk yang masuk dalam bagian dari Nissan, Datsun telah ditakdirkan jadi brand untuk lini entry level. Kondisi itulah yang membuat Datsun sulit menghadirkan produk dengan level menyamai produk Nissan.
 
"Setiap brand di Nissan punya posisinya masing-masing. Datsun di entry level, Nissan di level menengah, dan Infinity di level atas," kata Global Head of Datsun Jose Roman dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu.
 
 
Datsun GO-Live Special Version yang diluncurkan pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD City, Tangerang, Kamis (2/8/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Datsun GO-Live Special Version yang diluncurkan pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD City, Tangerang, Kamis (2/8/2018).
 
Sampai sejauh ini, kiprah Datsun di Indonesia ditandai dengan kehadiran tiga produk, masing-masing GO yang bemain di segmen mobil murah empat penumpang, GO+ di mobil murah tujuh penumpang, dan Cross di segmen crossover. Saat ditanya apakah Datsun punya rencana menghadirkan produk semacam low SUV, Roman menyebut hal tersebut bisa saja terjadi.
 
"Segalanya masih mungkin terjadi," ucap Roman.
 
 
Cross jadi produk termahal Datsun dengan banderol pada kisaran harga Rp 160 juta hingga Rp 170 juta. Sedangkan produk termurah Nissan adalah March (city car) yang dibanderol dengan harga Rp 185 juta.



Close Ads X