Boleh DP 0 Persen, Gaikindo Sebut Tak Selalu Positif

Kompas.com - 17/08/2018, 07:22 WIB
Ilustrasi penjualan mobil AFP PHOTO / BAY ISMOYOIlustrasi penjualan mobil

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menelurkan aturan soal uang muka 0 persen, buat pembelian kendaraan bermotor. Regulasi tersebut akan tercantum dalam revisi POJK No. 29/POJK.05/2014 mengenai penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan.

Tentu saja ada syarat yang dipenuhi, di mana perusahaan pembiayaan punya tingkat kedit macet atau non performing loan di bawah 1 persen.

Menanggapi perihal tersebut, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan, kemudahan down payment (DP/uang muka) tidak selamanya baik. Perusahaan pembiayaan tentunya harus berhati-hati, agar tidak terjadi kredit macet.

“DP murah itu tidak selalu positif, perusahaan pembiayaan (leasing/bank) juga harus berhati-hati, karena jika kreditnya macet maka sisa hutangnya masih besar. Sedangkan nilai kendaran bermotornya belum tentu bisa menutup sisa hutangnya, jadi risikonya besar,” ucap Jongkie D Sugiarto sebagai Ketua I Gaikindo kepada KOMPAS.com, Kamis (16/8/2018).

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

Baca juga : DP Turun Penjualan Sepeda Motor Masih Seret

“Jika banyak kredit yang bermasalah maka akan banyak mobil bekas yang bisa mengganggu pasar mobil baru,” ucap Jongkie.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketentuan uang muka memang diserahkan lagi kepada perusahaan pembiayaan, di mana jika calon nasabahnya bisa dipercaya (terkait masalah keuangan), down payment (DP/uang muka) bisa semakin kecil.

“Biasanya DP ini ditentukan oleh perusahaan pembiayaan (leasing) atau bank. Jika calon nasabahnya bonafide, biasa nya DP bisa lebih kecil,” tutur Jongkie.

Baca juga : Sebentar Lagi Beli Mobil dan Motor Bisa DP 0 Persen

Meski begitu, Gaikindo tetap berharap langkah ini bisa mendorong konsumsi, dan menaikkan penjualan bisnis kendaraan bermotor di dalam negeri.

Daihatsu di GIIAS 2018.ISTIMEWA Daihatsu di GIIAS 2018.

“Iya semoga saja ini bisa jadi stimulus untuk menaikkan penjualan kendaraan,” ujar Jongkie Jongkie D Sugiarto.

Mengutak-atik soal penetapan besaran down payment (DP/uang muka) pembelian kendaraan bermotor, tak hanya dilakukan baru ini. Sebelumnya pada 2015 lalu, Bank Indonesia sempat memberikan kelonggaran.

Kala itu mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 17/10/PBI/2015 mengenai Rasio LTV (loan to value) atau Rasio Financing To Value, untuk Kredit atau Pembiayaan Properti dan Uang Muka Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

Aturan BI tersebut sedikit memberikan napas soal ketetapan DP, dari sebelumnya yang diatur pada Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013.  Namun memang, kali ini kelonggaran yang diberikan cukup menggiurkan sampai 0 persen. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.