Dampak Negatif Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah saat Arus Balik

Kompas.com - 20/06/2018, 10:50 WIB
Polisi berjaga di tol Cipali, Sabtu (25/7). Tol tersebut menghubungkan dua tol sebelumnya, yakni Jakarta-Cikampek dan Palimanan-Kanci, dengan total jarak sepanjang 116,7 kilometer.

Kompas/Agus Susanto (AGS)
25-07-2015 KOMPAS/AGUS SUSANTOPolisi berjaga di tol Cipali, Sabtu (25/7). Tol tersebut menghubungkan dua tol sebelumnya, yakni Jakarta-Cikampek dan Palimanan-Kanci, dengan total jarak sepanjang 116,7 kilometer. Kompas/Agus Susanto (AGS) 25-07-2015
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian bersama dengan instansi terkait telah memberlakukan rekayasa lalu lintas "one way" pada arus mudik dan balik Lebaran 2018. Langkah tersebut dinilai cukup berhasil mengurai kemacetan di sejumlah titik.

Contoh, pada arus mudik dilakukan one way di gate Tol Palimanan dari arah Jakarta. Begitu juga pada musim balik Lebaran, yakni 18 dan 19 Juni 2018 kembali diberlakukan dari Tol Cikampek menuju arah Jakarta.

Langkah tersebut akan dilakukan apabila volume kendaraan sudah mulai padat, terutama akibat imbas antre mobil yang masuk ke rest area.

Kebijakan tersebut juga diakui berhasil oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa. Sebab arus lalu lintas menjadi lancar, dan pemudik bisa cepat tiba di kampung halaman atau rumah masing-masing.

Akan tetapi, tetap ada pihak yang dirugikan terutama pengguna jalan arah sebaliknya. Harusnya bisa melewati jalur yang diinginkan, harus putar balik dan mencari jalan alternatif atau menunggu rekayasa lalu lintas itu selesai diberlakukan.

Baca juga: Dampak Libur Panjang Terhadap Keselamatan Berkendara saat Mudik

Salah satu pengguna jalan yang dirugikan, yakni Anes. Warga Bintaro itu terjebak di dalam Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), karena mobil tidak bisa masuk ke Tol Cikampek.

"Saya terjebak macet itu kurang lebih sekitar pukul 23.15 dan baru terurai lagi pukul 05.50 WIB. Itu pun arah kekiri Cikunir-Cikampek masih ditutup, istri saya sampai sakit," ujar Anes kepada Kompas.com.

Anes juga mengeluhkan bahwa tidak ada penjelasan dari polisi berapa lama rekayasa lalu lintas one way diberlakukan. Padahal, pengguna jalan yang terjebak sangat membutuhkan informasi tersebut.

"Ketika bertanya kepada petugas, jawabannya juga hanya bilang tidak tahu, cari jalan alternatif saja," kata dia.

Bukan hanya Anes, salah satu redaksi Kompas.com juga mengalami hal serupa di hari yang sama. Ketika ingin masuk ke Tol Cikampek dari arah Cawang sudah ditutup, dan mencoba untuk mencari jalan lain, tetapi tidak berhasil karena sepanjang jalan arteri Kalimalang, Jakarta Timur sudah macet.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X