Perkenalan Pemasok Kaca Film OEM Mitsubishi dari Jepang - Kompas.com

Perkenalan Pemasok Kaca Film OEM Mitsubishi dari Jepang

Kompas.com - 18/04/2018, 17:42 WIB
Global Auto International, Agen Pemegang Merek Konica Minolta, mengaku sebagai penyuplai kaca film OEM untuk Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia. FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Global Auto International, Agen Pemegang Merek Konica Minolta, mengaku sebagai penyuplai kaca film OEM untuk Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Produsen asal Jepang, Konica Minolta, melalui Agen Pemegang Mereknya di Indonesia, Global Auto International, mengaku telah bekerja sama dengan Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebagai penyuplai OEM kaca film.

Dari lima model mobil penumpang Mitsubishi, kaca film Konica Minolta digunakan pada Outlander Sport, Mirage, Delica, dan Xpander. Satu-satunya model yang belum adalah Pajero Sport.

Dari keterangan Andy Hartono GM Sales and Marketing Global Auto International, kerja sama dengan MMKSI dimulai dari Outlander Sport pada Januari 2017. Terakhir, kaca film Konica Minolta dipakai sebagai kaca film OEM Xpander pada Agustus 2017.

Baca: Pasar Kaca Film Makin Ramai, Ada Merek Baru dari Jepang

Kaca film Konica Minolta ICE-µ merupakan produk OEM Mitsubishi Xpander.FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Kaca film Konica Minolta ICE-µ merupakan produk OEM Mitsubishi Xpander.

Andy mengatakan Global Auto International masuk sebagai penyuplai lewat tender. Proses pendekatan dibantu prinsipal Konica Minolta di Jepang.

“Pertama dari pendekatan dari prinsipal ke prinsipal. Setelah itu mereka serahkan kepada kami di Indonesia. Kami masuk lewat tender, prinsipal itu cuma buka jalan. Semuanya tergantung ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) di Indonesia,” kata Andy, di Jakarta, Kamis (18/4/2018).


Andy mengatakan ada nilai positif dari kerja sama dengan MMKSI, yaitu mengangkat kesadaran masyarakat atas Konica Minolta dan membentuk kepercayaan. Hal itu jadi modal penting karena Global Auto International juga mau masuk ke bisnis ritel pada tahun ini.

“Secara branding kami lebih diuntungkan. ATPM itu kan menentukan penyuplai tidak sembarangan karena ada tes dan segala macam, jadi tidak mudah,” ucap Andy.

Komentar
Close Ads X