Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/01/2018, 09:42 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAgung Kurniawan

Bogor, Kompas.com - Anak-anak generasi 90-an mungkin familiar dengan sinetron Si Doel Anak Sekolahan, sebuah sinetron yang pernah tayang di layar kaca dan menjadi salah satu tontonan favorit masyarakat ketika itu. Dalam cerita Si Doel, dikisahkan tentang cerita kehidupan keluarga sederhana dari seorang penarik oplet.

Jenis mobil yang digunakan sebagai oplet dalam sinetron Si Doel diketahui adalah Morris Minor 100 Traveler. Mobil buatan Inggris ini dulunya memang pernah digunakan sebagai angkutan umum jenis oplet di Jakarta. Saat ini sudah sangat sulit menemui Morris Minor yang masih beredar.

Baca juga : Saat Cadillac Soekarno Hingga Oplet Si Doel Konvoi Bersama

Morris Minor Traveler 100 milik salah seorang anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang ikut serta dalam konvoi ke Bogor, Minggu (21/1/2018). Morris Minor 100 Traveler adalah mobil yang pernah digunakan sebagai oplet di Jakarta hingga tahun 1980-an.Kompas.com/Alsadad Rudi Morris Minor Traveler 100 milik salah seorang anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang ikut serta dalam konvoi ke Bogor, Minggu (21/1/2018). Morris Minor 100 Traveler adalah mobil yang pernah digunakan sebagai oplet di Jakarta hingga tahun 1980-an.

Salah satu Morris Minor yang masih tersisa di Jakarta adalah milik Salim, salah seorang anggota komunitas Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI). Ditemui saat PPMKI menggelar acara di Bogor pada Minggu (21/1/2018), Salim menceritakan asal mulanya memiliki mobil bermesin 1.000cc yang diproduksi tahun 1957 itu.

Menurut Salim, dirinya dulunya merupakan salah satu penarik oplet yang sempat mencicipi era Morrris Minor. Saat dilakukannya peremajaan oplet menjadi mikrolet pada tahun 1980, Salim pun membeli oplet yang digunakannya itu dari sang juragan.

"Saya sempat narik oplet dulu waktu ongkosnya masih Rp 30 perak. Tahun 1980 oplet diremajakan jadi mikrolet, pelatnya saya ganti hitam," ujar Salim.

Penampakan ruang kemudi dari Morris Minor Traveler 100 milik salah seorang anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang ikut serta dalam konvoi ke Bogor, Minggu (21/1/2018). Morris Minor 100 Traveler adalah mobil yang pernah digunakan sebagai oplet di Jakarta hingga tahun 1980-an.Kompas.com/Alsadad Rudi Penampakan ruang kemudi dari Morris Minor Traveler 100 milik salah seorang anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang ikut serta dalam konvoi ke Bogor, Minggu (21/1/2018). Morris Minor 100 Traveler adalah mobil yang pernah digunakan sebagai oplet di Jakarta hingga tahun 1980-an.

Kondisi Morris Minor milik Salim terlihat sangat mulus. Sebab sejak 1980 sampai saat ini, Salim masih rutin merawat mobil miliknya itu. Warna biru yang merupakan warna operasional oplet terus dipertahankan.

Salim mengatakan Morris Minor miliknya pernah dipinjam untuk syuting film Si Doel Anak Sekolahan versi layar lebar. Menurut informasi, film ini masih dalam proses produksi dan nantinya akan tayang di bioskop.

Penampakan interior dari Morris Minor Traveler 100 milik salah seorang anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang ikut serta dalam konvoi ke Bogor, Minggu (21/1/2018). Morris Minor 100 Traveler adalah mobil yang pernah digunakan sebagai oplet di Jakarta hingga tahun 1980-an.Kompas.com/Alsadad Rudi Penampakan interior dari Morris Minor Traveler 100 milik salah seorang anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang ikut serta dalam konvoi ke Bogor, Minggu (21/1/2018). Morris Minor 100 Traveler adalah mobil yang pernah digunakan sebagai oplet di Jakarta hingga tahun 1980-an.

Sampai sejauh ini, Salim menyebut sudah banyak yang tertarik ingin membeli Morris Minor-nya itu. Namun Salim mengaku belum menemukan harga penawaran yang cocok. Salim menyatakan tidak akan melepas mobil tersebut di bawah harga Rp 500 juta.

"Yang nawar RP 300-400 juta sudah ada, cuma saya belum mau. Maunya Rp 500 juta," ujar Salim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.