Punya Motor Lawas, Baiknya Jangan Ubah Bentuk

Kompas.com - 17/01/2018, 17:03 WIB
Salah satu Honda Super Cub 70. Super Cub 70 merupakan salah satu motor lawas yang banyak digemari dan belakangan banyak diburu penggemarnya. KompasOtomotif/Alsadad RudiSalah satu Honda Super Cub 70. Super Cub 70 merupakan salah satu motor lawas yang banyak digemari dan belakangan banyak diburu penggemarnya.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAgung Kurniawan

Depok, KompasOtomotif — Mengubah bentuk sepeda motor lewat modifikasi kerap dianggap menaikkan pride dari pemilik karena punya karakter yang beda dari yang lain. Namun, modifikasi enggak melulu bernilai lebih, terutama buat pemilik motor-motor lansiran lawas.

Justru originalitas tinggi menjadi faktor utama bagi motor lawas. Kondisi ini juga mencerminkan nilai jual kendaraan itu juga kalau mau dijual. Sebenarnya, hukum ekonomi berlaku juga, ada faktor supply and demand di sini.

Jika motor lawas yang dimiliki memang langka dan digemari satu atau lebih kalangan, bisa dipastikan harganya akan mahal. Lebih mahal lagi kalau kondisinya dalam situasi prima, maksudnya punya level originalitas tinggi.

Maiyudi alias Negro, pemilik bengkel modifikasi Clacustique yang bermarkas di Tanah Baru, Depok, berbagi pendapat soal ini. Menurut Negro, motor lama yang bisa tergolong antik dan legendaris justru lebih bernilai tinggi jika dalam kondisi bentuk standar.

Salah satu unit Honda Super 800 yang baru saja selesai dibody detailing di Restomax Moto Detailing, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2017).KompasOtomotif/Alsadad Rudi Salah satu unit Honda Super 800 yang baru saja selesai dibody detailing di Restomax Moto Detailing, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2017).

Beberapa model lawas itu, disebut Negro, Honda 70 Supercub, Super 800, Yamaha RX King, atau Vespa bermesin 2-tak generasi lawas. Setiap model motor ini, kata Negro, mempunyai masa jayanya masing-masing. Biasanya, dengan wujud standar, memoribilia dan keterikatan historis akan terbagun bagi yang punya pengalaman di kala muda sehingga mampu memicu nilai jual.

"Motor lawas yang seperti itu nilai jualnya naik justru kalau standar. Jadi, modifikasi yang dilakukan justru menggunakan suku cadang original pabrik, tepatnya restorasi full. Jadi tampilannya seperti baru keluar dari pabrik," kata Negro saat ditemui KompasOtomotif, Selasa (16/1/2018).

Salah satu Yamaha RX King. RX King merupakan salah satu motor lawas yang banyak digemari dan belakangan banyak diburu penggemarnya.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Salah satu Yamaha RX King. RX King merupakan salah satu motor lawas yang banyak digemari dan belakangan banyak diburu penggemarnya.

Bagi yang memang berminat melakukan restorasi motor model-model lama, dibutuhkan kesabaran ekstra. Pasalnya, komponen dan suku cadang otomatis langka dan dibutuhkan waktu untuk menemukan yang original.

Kalau urusan tampilan, opsi pengecatan ulang atau body detailing bisa dipilih untuk mengembalikan kilap. "Jadi cari suku cadang originalnya. Akan lebuh bagus kalau ditambahin sedikit chrome. Tapi yang terpenting jangan diubah bentuknya," ucap Negro.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.