Suzuki Disarankan Ganti Iannone di 2019 - Kompas.com

Suzuki Disarankan Ganti Iannone di 2019

Kompas.com - 09/01/2018, 09:22 WIB
Andrea Iannone tim Suzuki MotoGP.Motorsport.com Andrea Iannone tim Suzuki MotoGP.

Jakarta, KompasOtomotif – Turunnya performa Suzuki di musim 2017, membuat sang legenda hidup grand prix motorcycling Kevin Schwantz angkat bicara. Dirinya mengkritik keras penampilan Andrea Iannone, bahkan menyarankan untuk menggantinya di 2019.

Schwantz yang pada 1993 menjadi juara dunia 500cc bersama tim Lucky Strike Suzuki ini mengatakan, untuk pebalap sekelas Iannone seharusnya bisa menjadi acuan, di mana sarannya bisa diikuti oleh tim pabrikan. Pria berusia 53 tahun itu bahkan menyebut kalau effort Iannone mengecewakan.

Setelah empat musim bersama Ducati, Iannone beralih ke Suzuki untuk berlaga di musim 2017, dan harus mengalami musim berat, di tengah kesulitannya beradaptasi dengan GSX-RR. Rentetan kritik kemudian memberondong Iannone, disebut kalau dia tidak berusaha cukup keras.

Bahkan pada 2017 lalu desas-desus sempat beredar bahwa Iannone bakal digantikan oleh juara World Superbike Jonathan Rea, sebelum penampilannya membaik di bagian akhir musim 2017, dengan tiga kali masuk di enam besar di empat balapan terakhir.

Baca juga : annone Mengaku Banyak Belajar dari Tim Suzuki

Dua pebalap tim Suzuki Ecstar 2017, Andrea Iannone dan Alex Rinssuzuki-racing.com Dua pebalap tim Suzuki Ecstar 2017, Andrea Iannone dan Alex Rins

“Sebagai pembalap utama di tim, Anda harus memberi 100 persen setiap saat. Mungkin tahun ini Alex Rins bisa ikut memberi sedikit masukan, karena dia juga cukup memiliki pengalaman. Sedangkan tahun lalu, semuanya ada di bahu Iannone dan dia sama sekali tidak memainkan peran itu,” tutur Schwantz mengutip Motorsport.com,  Senin (9/1/2017).

“Mereka (Suzuki) masih memiliki Innone dan Rins lagi untuk tahun ini, tapi saya pikir Suzuki harus benar-benar mencari pengendara lain untuk 2019,” ucap Schwantz.

Cukup Mengecewakan

Masih mengungkit musim buruk Iannone, Schwantz menuturkan, kegagalan lain yang dialami yaitu tidak memanfaatkan kesempatan saat rival sedang lemah, seperti Honda dan Yamaha.

"Ini sangat membuat frustrasi. Yamaha mulai hebat dan kemudian memiliki masalah besar d akhir-akhir musim, sementara Honda tidak begitu hebat di awal musim. Suzuki seharusnya bisa memanfaatkan itu, ketika orang-orang lain sedang berjuang,” ujar Schwantz.

Pebalap asal Amerika itu juga menyesalkan performa Iannone di seri Barcelona, di mana Iannone finish ke-16 dan hanya unggul satu tempat dari pembalap pengganti Sylvain Guintoli. Ini disebut sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima.

"Apa yang dilakukan Iannone sama sekali tidak bisa diterima, usaha harus selalu 110 persen," kata Schwantz. 


EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X