Enteng dan Lincahnya ”Tarian” Kawasaki W175 - Kompas.com

Enteng dan Lincahnya ”Tarian” Kawasaki W175

Kompas.com - 15/12/2017, 09:02 WIB
Bobot ringan dan jarak sumbu roda yang pendek mendukung kelincahan Kawasaki W175.M Ghalib for KompasOtomotif Bobot ringan dan jarak sumbu roda yang pendek mendukung kelincahan Kawasaki W175.

Jakarta, KompasOtomotif — Sebagai sepeda motor yang ditujukan untuk pengendaraan sehari-hari, Kawasaki W175 wajib hukumnya untuk mudah dijinakkan. Dalam artian, tunggangan bertampang retro itu seharusnya lincah, asyik untuk dibuat ”selap-selip”.

Ternyata tak sulit untuk menemui impresi itu. KompasOtomotif membuktikannya sendiri dalam sesi test ride yang diselenggarakan PT Kawasaki Motor Indonesia di Rainbow Hills, Bogor, belum lama ini, yang melibatkan sejumlah wartawan dan blogger.

Saat dibuat melaju, kesan yang tertanam adalah handling-nya ringan. Motor yang dibanderol Rp 29,8 juta untuk tipe standar dan Rp 30,8 juta untuk tipe Special Edition (SE) itu sangat lincah. Buat KompasOtomotif, inilah kelebihan utamanya.

Baca Juga: Baca juga: Jangan Menghidupkan Motor di Depan Dispenser SPBU

Kesan itu bisa jadi didapat dari perbandingan bobot dan jarak sumbu roda. Bobot motor ini 126 kg, sangat ringan untuk ukuran sepeda motor sport. Lalu, didukung dengan jarak sumbu roda 1.275 mm atau cukup pendek yang menjanjikan W175 bisa lebih lincah ”menari-nari”.

Semua setelan dan tongkrongan Kawasaki W175 mendukung untuk pengendaraan nyaman dan santai.M Ghalib for KompasOtomotif Semua setelan dan tongkrongan Kawasaki W175 mendukung untuk pengendaraan nyaman dan santai.
Rigid
Sasis yang disebut Highly Rigid Semi-Double Cradle Frame menunjang pengendalian. Meski lincah,  tetap kokoh dan tidak oleng. Lalu, suspensi juga sangat membantu.

Di depan, W175 pakai garpu teleskopik 30 mm, dan cukup baik meredam guncangan. Kesannya tidak terlalu keras, juga tak terlalu empuk.

Baca Juga: Baca juga: Rahasia Hidup Valentino Rossi Ada di Buku Ini

Jangan khawatir dengan suspensi belakang karena sudah pakai tipe yang bisa disetel. Ada lima tingkat ”keempukan” yang bisa diganti sesuai selera. Standarnya ada di tingkat dua, atau setingkat di atas yang paling empuk.

Pijakan kaki depan bisa ditekuk, mengantisipasi saat belok menyentuh aspal. Hal ini bisa terjadi karena posisi motor memang cukup rendah.


EditorAgung Kurniawan

Close Ads X