Kompas.com - 14/12/2017, 17:24 WIB
Sejumlah warga terlihat antri melakukan pengisian BMM. Saat ini BBM satu harga sudah berlaku di Kepri dan direncanakan akan ada enam SPBU. 4 SPBU di Natuna dan masing-masing satu SPBU di Kabupaten Anambas dan Kabupaten Bintan. KOMPAS.COM/ HADI MAULANASejumlah warga terlihat antri melakukan pengisian BMM. Saat ini BBM satu harga sudah berlaku di Kepri dan direncanakan akan ada enam SPBU. 4 SPBU di Natuna dan masing-masing satu SPBU di Kabupaten Anambas dan Kabupaten Bintan.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAgung Kurniawan

Nusa Dua, KompasOtomotif - Saat proses pengisian bahan bakar, seringkali para pengguna sepeda motor langsung menghidupkan kendarannya tepat di depan dispenser SPBU. Cara ini sebenarnya salah dan dianggap berbahaya.

Pasalnya saat mesin dihidupkan, ada semacam proses pembakaran. Proses inilah yang dikhawatirkan bisa saja memicu munculnya api jika motor berada terlalu dekat dari mesin pompa.

Head of Marketing Communication Pertamina Dendi Danianto menyarankan pengguna motor untuk mendorong dulu motornya sekitar tiga meter, atau tepatnya keluar dari kotak yang dibuat tepat di depan mesin pompa.

Baca juga : Isi BBM Pakai Jeriken, SPBU Ini Kebakaran

Operator SPBU Jambearum Kendal memakai seragam loreng dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.Kompas.com/Slamet Priyatin Operator SPBU Jambearum Kendal memakai seragam loreng dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

"Khusus untuk motor, dorong dulu ke luar. Jadi ada kotaknya kan. Kotaknya itu dibuat memang ada fungsinya. Harusnya keluar dulu dari kotak itu," kata Dendi saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Rabu (13/12/2017).

Menurut Dendi, hal yang sama tidak perlu dilakukan pengguna mobil. Karena mobil lebih tertutup dibandingkan motor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Pertamina Persempit Gerak SPBU Curang

"Kalau motor kan tidak. Lebih terbuka. Jadi kalau mau aman lebih baik dorong dulu tiga meter, baru dihidupkan," ujar Dendi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X