Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/09/2017, 18:59 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Gerlingen, KompasOtomotif – Buat mobil listrik, makin besar daya yang dihasilkan baterai, jangkauan atau jarak tempuh bakal makin jauh. Tapi, perkembangan terbaru, ”nasib” pencapaian jarak kini tak harus bergantung pada baterai.

Bosch menunjukkan teknologi yang disebut penggerak as roda elektrik yang siap menentukan jauhnya jarak tempuh mobil listrik. Merek komponen asal Jerman itu menggabungkan tiga komponen powertrain ke dalam satu unit.

Mereka adalah ,esin, power electronics (pengonversi dan pengontrol daya listrik), serta transmisi yang membentuk satu unit compact untuk langsung menggerakkan as roda mobil. Konsep ini membuat powertrain menjadi lebih efisien, serta lebih terjangkau.

”Adanya as roda elektrik ini berarti Bosch menerapkan prinsip all-in-one pada powertrain,” ujar Dr. Rolf Bulander, anggota dewan manajemen Robert Bosch GmbH sekaligus ketua sektor bisnis Mobility Solutions.

Karena alasan itulah, powertrain baru ini menjadi peluang bisnis potensial bagi Bosch. Komponen-komponennya sangat fleksibel, yang berarti e-axle tak hanya dapat dipasang pada mobil hibrida dan listrik, tetapi juga mobil kompak, SUV, dan bahkan truk ringan.

Baca: Mobil Listrik Hasil Kolaborasi Bosch Siap Produksi

Peluang Pasar
As roda elektrik bisa menjadi terobosan besar bagi Bosch. Powertrain listrik baru ini memainkan peranan kunci dalam ambisi perusahaan menjadi pemimpin pasar massal global untuk elektromobilitas mulai 2020.

Cukup dengan komponen ini saja, Bosch berharap bisa menghasilkan penjualan yang mencapai miliaran. Komponen ini memungkinkan produsen mobil menghemat waktu pengembangan yang berharga dan mempercepat peluncuran kendaraan listrik mereka ke pasaran.

Bosch mengkustomisasi powertrain sesuai dengan kebutuhan setiap pembuat mobil sehingga pelanggan tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengembangkan komponen baru. Sampel produksi as roda elektrik telahdiuji coba bersama mitra.

Produksi massal direncanakan dimulai pada 2019. Bosch sudah memiliki konsep manufaktur fleksibel yang berlaku secara global untuk produksi e-axle.

Kemampuan
Powertrain ini dapat menghasilkan daya antara 50 dan 300 kilowatt, sehingga mampu menggerakkan kendaraan besar seperti SUV secara elektrik sepenuhnya. Torsi pada as roda kendaraan bisa berkisar antara 1.000 - 6.000 NM.

Saat dipasang di kendaraan hibrida dan listrik, as roda depan dan belakang bisa digerakkan. As roda elektrik yang menghasilkan daya 150 kilowatt beratnya sekitar 90 kg, dan sejauh ini, masih lebih rendah daripada gabungan beberapa satuan komponen.

Klaimnya, powertrain listrik ini bisa berakselerasi lebih baik dan mempertahankan kecepatan tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Untuk mencapai itu, Bosch tidak hanya mendesain ulang sistem secara keseluruhan, namun juga memperbaiki komponen mesin dan power electronics.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber BOSCH
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.