Kompas.com - 04/04/2017, 15:18 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Indonesia resmi menerapkan standar emisi Euro IV, terhitung mulai tahun depan untuk mesin bensin, dan empat tahun lagi untuk mesin diesel. Banyak di antara kita bertanya, apa sebenarnya standar emisi Euro yang kini sudah mencapai level VI itu?

Ya, itulah standar emisi yang diterapkan negara-negara Uni-Eropa (European Union/ EU) yang ternyata sudah berlaku sejak 1988 dengan sebutan Euro 0. Penghitungan yang lebih ketat mulai diwajibkan pada 1992 dengan Euro I.

Lalu secara bertahap EU memperketat peraturan menjadi standar Euro II (1996), Euro III (2000), Euro IV (2005), Euro V (2009), dan Euro VI (2014). Tujuannya jelas memperkecil kadar bahan pencemar yang dihasilkan kendaraan bermotor.

Sebagai perbandingan, ada juga standar lain, yakni Environmental Protecton Agency (EPA. Standar ini diterapkan oleh industri otomotif di Amerika Serikat. Kendati demikian, banyak produsen yang berkiblat pada standar Euro.

Pada dasarnya, semua ketetapan itu membatasi emisi kendaran bermotor yang mengandung banyak zat berbaya untuk manusia dan lingkungan. Misalnya karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), sampai volatile hydro carbon (VHC) dan sejumlah partikel lain.

transportmeasures.org Batasan standar emisi Euro.
Sebagai gambaram, kadar CO2 pada standar emisi EURO IV-V dibatasi hingga 1,5. Sementara VHC pada EURO V dibatasi keluar 2 persen dari gas buang, dan NOx 0,46. Sangat ketat, itulah kenapa ada produsen yang berusaha mengakali standar emisi ini, termasuk Volkwagen yang kena skandal dieselgate.

Kualitas Bahan Bakar
Penerapan standar emisi sudah selayaknya diikuti dengan peningkatan kualitas bahan bakar (BBM). Contohnya Euro I, mengharuskan mesin minum bensin tanpa timbal. Euro II untuk mobil diesel harus menggunaan solar dengan kadar sulfur di bawah 500 ppm. Makin tinggi standarnya makin butuh bensin berkualitas.

Itulah kenapa, di Indonesia, masih ada tarik ulur antara kebutuhan mesin ramah lingkungan dengan ketersediaan bahan bakar berkualitas, sehingga draft penerapan standar emisi Euro IV yang dirancang sejak 2012, baru terlaksana tahun depan.

Saat ini, bahkan sejak akhir tahun lalu, Pertamina sudah menyatakan siap mendukung aturan emisi standar Euro IV. Agar penerapan standar emisi ini lebih maksimal, minimal mobil menenggak bensin RON 92.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.