Lewat Cukai Otomotif, Peredaran Kendaraan Bermotor Bakal Diawasi

Kompas.com - 13/02/2017, 07:42 WIB
Pabrik Toyota di Karawang, memproduksi Innova. Agung KurniawanPabrik Toyota di Karawang, memproduksi Innova.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif –  Produk otomotif seperti mobil atau sepeda motor, diwacanakan untuk tidak lagi dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah ( PPnBM), tetapi digantikan dengan cukai. Walaupun masih sebatas kajian, bukan tidak mungkin ini bakal masuk proyek serius.

Berbeda dengan pajak, produk atau barang yang dikenakan cukai ternyata bakal terus diawasi peredarannya di lapangan. Sementara pajak dalam hal ini PPnBM, ketika kewajibannya sudah terpenuhi, langsung dilepas.

“PPnBM tidak ada pengawasan lagi, karena itu bukan barang kena cukai. Kalau barang kena cukai, begitu diproduksi, dikonsumsi dan disosialisasikan ke masyarakat masih dalam pengwasan Diektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Seperti contohnya rokok, yang dikenakan cukai, jadi dari mulai produksi sampai dikonsumsi masih diawasi, itu bedanya PPnBM dan cukai,” ujar Sarno, Kepala Subbidang Cukai Badan Kebijakan Fiskal kepada KompasOtomotif, Rabu (8/2/2017).

Sarno melanjutkan, pemungutan dan pengawasan ini, bisa jadi sebuat potensi, ketika serius bakal ada perpindahan dari PPnBM (pajak) ke cukai. Pihak DJBC, juga nantinya (jika menjadi cukai otomotif), bisa melakukan inspeksi di lapangan untuk mobil dan sepeda motor.

“Jika terealisasi, maka akan dilekatkan tanda cukai atau pembayaran (entah di pelat nomor atau STNK). Di lapangan nantinya kami punya teman-teman bea cukai yang mengecek langsung distribusi dan  konsumsi barang kena cukai ini, bisa jadi juga akan ada inspeksi mendadak,” ucap Saro.

Bisa jadi, dengan pengawasan tambahan ini juga, peredaran mobil atau sepeda motor yang illegal bisa direduksi. Kewajiban DJBC untuk melakukan pengawasan, ada pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, pada pasal 2 ayat 1 huruf b.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X