BMW Motorrad Masih Belum Mau Rakitan Lokal

Kompas.com - 29/11/2016, 08:08 WIB
EditorAgung Kurniawan


Jakarta, KompasOtomotif -
PT Maxindo Moto Nusantara-BMW Motorrad Indonesia baru saja meresmikan outlet perdana di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11/2016). Merek sepeda motor asal Jerman ini memastikan masih belum mau merakit lokal dan mengandalkan pasokan impor dari India, Thailand, dan Jerman.

Salah satu model yang akan menjadi model andalan, adalah G310R, hasil kolaborasi BMW Motorrad dengan TVS Motor (India). Naked bike ini bakal menjadi model perdana Motorrad dengan kubikasi mesin kecil menyasar ke pasar-pasar negara berkembang, salah satunya Indonesia.

“Sampai saat ini kami masih tetap pada rencana awal yakni mempercayakan produksi model ini dengan TVS di India. Apakah ada kemungkinan di buat di luar itu, belum ada rencana,” ucap Miguel Llabres-Pohl, Motorrad Director Importer Region East Asia, kepada Otomania, Sabtu (26/11/2016).

Seperti diketahui, TVS sebenarnya punya pabrik berkapasitas besar di Karawang, Jawa Barat, yang sempat diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 lalu. Kala itu investasi disebut mencapai 50 juta dolar AS dengan kapasitas produksi 300.000 unit per tahun. Pabrik saat ini masih ada, tetapi produksinya masih jauh dari kapasitas terpasang, sehingga lebih banyak idle.

Miguel melanjutkan, saat ini BMW Motorrad hanya mengandalkan pabrik perakitan di Thailand yang baru beberapa tahun diresmikan. Pabrik ini memasok model-model tertentu untuk regional Asia Timur.

“Jadi kami tetap mengandalkan pabrik perakitan di Thailand. Pabrik ini juga tidak merakit seluruh model, hanya beberapa model saja. Sebagian besar produksi masih dari pabrik kami di Berlin,” ucap Miguel.

Saat ini model terlaris sepeda motor BMW di kawasan Asia Timur adalah model motor petualang yakni model GS. Motor ini masih diproduksi di pabrik BMW Motorrad di Berlin.

Otomania-Donny Apriliananda BMW Motorrad mejeng di area outdoor JI Expo, Kemayoran.

Skutik

Sementara itu, BMW Motorrad Director Importer Region East Asia, Miguel Llabre-Pohl, mengatakan, kalau pasar sepeda motor di Indonesia sangat potensial. Salah satu kekuatan utama dari Indonesia datang dari segmen skutik.

 “Saat ini Maxindo Moto (ATPM BMW Motorrad di Indonesia) sudah memperkenalkan C 600 Sport dan C 650 GT. Saya lihat kedua model ini disambut antusias di Indonesia,” kata Miguel.

Mengenai kemungkinan pasar skutik akan menjadi prioritas ke depannya di Indonesia, Miguel menjawab masih perlu waktu untuk mengatakan hal tersebut. Sebab permintaan model saat ini berdasarkan kapasitas pabrik BMW Motorrad di Berlin nantinya.

“Saya dengar tahun ini baru diperkenalkan (C 650 GT), jadi kita lihat bagaimana penerimaannya sampai tahun depan. Indonesia dipandang BMW Motorrad pusat memiliki potensi besar untuk berkembang. Salah satu buktinya adalah peresmian flagship store terbesar se Asia Tenggara ini,” ucap Miguel.

Skutik C 600 Sport dibanderol dengan harga Rp 488 juta dan C 650 GT dibanderol dengan harga 509 juta. Harga tersebut ditawarkan dalam kondisi off the road.

BMW Motorrad BMW C 600 Sport (kiri) dijual Rp 488 juta sedangkan C 650 GT dilego Rp 509 juta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.