Formula 1 Dituduh "Mengemplang" Pajak

Kompas.com - 28/11/2016, 07:42 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

London, KompasOtomotif – Manajemen Formula 1 akan menghadapi penyelidikan pajak, oleh European Commission (EC). Penyelenggara olahraga balap tersebut, dianggap telah menghindari pembayaran pajak selama satu dekade terakhir melalui trik khusus.

Mengutip Daiymail, Minggu (27/11/2016), perusahaan F1 yang berdomisili di Inggris, hanya membayar pajak korporasi sebesar 6,5 juta dolar (Rp 87 miliar). Padahal laporan keuntungan oleh induk usahanya, Delta Topco, yang berlokasi di Jersey, mencapai 463,6 juta dolar (Rp 6,2 triliun) dari pendapatan sebesar 1,7 miliar dolar atau Rp 22,9 triliun.

Tarif pajak tersebut hanya 3,3 persen, atau hampir delapan kali lebih rendah dari yang seharusnya dibayar. Pihak Formula 1 mengatakan kalau praktik pengurangan pajak yang dilakukannya adalah sah.

Mereka menyamakan diri seperti apa yang dilakukan oleh perusahaan Apple dan Amazon, untuk memperkecil pembayaran pajak. Cara yang dilakukan ini dikenal dengan sebutan transfer pricing, legal tapi tidak bermoral.

Melalui strategi tersebut, keuntungan Formula 1 bisa dibuat menjadi kecil, atau bahkan merugi, sehingga pembayaran pajak bisa lebih lebih rendah atau bahkan tidak sama sekali. Keuntungan mereka ditransfer ke perusahaan off-shore (di wilayah dengan pajak khusus), yang berakhir di perusahaan induk, Delta Topco dalam hal ini.

Kondisi ini yang akhirnya mendapat perhatian dari pihak EC. Saat dikonfirmasi, pihak EC belum ingin menginformasikan mengenai kapan investigasi mulai berjalan. “Kami tidak bisa berspekulasi mengenai kemungkinan penyelidikan ke depannya pada kasus ini," ujar juru bicara EC.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.