Honda EV Neo Vs Gesits Garansindo-ITS

Kompas.com - 06/09/2016, 07:42 WIB
Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartono, menguji Honda EV Neo (kiri), sementara Menristek dan Dikti M Nasir sedang tes-ride Gesits, skuter listrik hasil kolaborasi Garansindo dan ITS (kanan). IstimewaDirektur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartono, menguji Honda EV Neo (kiri), sementara Menristek dan Dikti M Nasir sedang tes-ride Gesits, skuter listrik hasil kolaborasi Garansindo dan ITS (kanan).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Setelah ramai pemberitaan mengenai calon "Motor Nasional" bertenaga listrik, Gesits, kali ini kabar terbaru datang dari merek sepeda motor Jepang. Diboyong oleh Astra Honda Motor (AHM), skuter listrik EV Neo diperkenalkan kepada publik tanah air.

Memang, AHM tidak secara langsung memperkenalkan, tapi melalui program Uji Coba Perilaku Berkendara dengan Sepeda Motor Listrik, bersama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan pihak akademisi Universitas Indonesia. Namun, upaya ini membuat gelagat Honda saat ini terbaca, untuk melakukan penetrasi di segmen ini.

Baca juga : Lebih Dekat dengan Gesits, Calon “Motor Nasional”

Honda saat masih mengandalkan sepeda motor listriknya EV Neo, yang meluncur sejak 2010. Produk yang dipasarkan di Jepang ini memiliki daya jelajah 34 km.

Skuter listrik milik Honda ini memiliki daya maksimal 3,8 PS @5.000 spm dan torsi maksimalnya 2,8 kw @2000 rpm. Kecepatan rata-rata EV Neo hanya 30 kpj, atau setara dengan mesin bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas silinder 50cc.

Saat ini Honda tengah mempersiapkan model terbarunya, yang akan meluncur pada 2018 secara global. Bukan lagi berbentuk skuter, kendaraan roda dua listrik terbaru EV-Cub, mengadopsi desain bebek honda tahun 1970-an. Harganya juga diperkirakan mencapai Rp 60 juta sampai Rp 70 juta.

Baca juga: Skutik Listrik Garansindo-ITS “Pinjam” Teknologi Zero

Bagaimana dengan Gesits?

Skuter listrik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Garansindo, diklaim setara dengan sepeda motor BBM berkubikasi 125cc. Secara lebih detail, Gesit memiliki daya motor 5Kw.

Dibekali baterai lithium ion, Gesits dapat menempuh jarak sejauh 80 km-100 km untuk satu kali pengisian baterai. Kebutuhan waktu pengisian baterai sekitar 1,5 - 4 jam, menggunakan colokan rumahan.

Lebih dari itu, kecepatan maximum Gesits bisa mencapai 100 kpj. Calon “motor nasional” ini akan diproduksi lokal, dengan tingkat kandungan dalam  negeri yang diperkirakan ada di angka 90 persen. Harga kemungkinan akan ada di rentang Rp 15 juta sampai Rp 20 juta. Gesit akan diproduksi pada tahun 2017 mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.