Upaya Thailand "Mencengkram" Empat Pemanufaktur Utama Jepang

Kompas.com - 08/03/2016, 12:02 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Bangkok, KompasOtomotif – Indonesia tampaknya harus atur strategi lagi bila ingin melewati Thailand sebagai basis produksi terbesar di Asia Tenggara. Bangkok Post, Senin (7/3/2016), melaporkan, empat manufaktur terbesar di dalam negeri telah bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha untuk memantapkan status Thailand sebagai negara produsen terbesar setelah Jepang.

Pertemuan ini dihadiri President of Toyota Motor (Thailand) Kyoichi Tanada, President of Isuzu Motors Thailand Takashi Kikuchi, President of Nissan Motor Thailand Kazutaka Nambu, dan President of Asian Honda Noriaki Abe.

Juru bicara pemerintahan Werachon Sukondhapatipak menjelaskan, Perdana Menteri ingin keempatnya mempertahankan fasilitas produksi sebab pemerintah tengah melakukan usaha terbaik memfasilitasi investasi asing.

Prayut mengatakan pada keempatnya, kalau otomotif merupakan salah satu dari 10 industri yang dipertimbangkan pemerintah sebagai “mesin pertumbuhan”. Ia ingin Thailand memproduksi teknologi tinggi sekaligus menerima transfer pengetahuan.

Toyota sudah mulai memproduksi kendaraan Hibrida di Thailand. Sementara Nissan bakal membuat mobil listrik untuk ekspor, Honda menjadikan Thailand sebagai pusat riset dan pengembangan, sedangkan Isuzu akan mencetak pikap ramah lingkungan dan model hibrida-biodiesel.

Dalam pertemuan itu para perwakilan merek Jepang itu juga mengungkap punya kendala, seperti sarana transportasi dari kawasan industri ke pelabuhan, spesifikasi truk pengangkut, dan kondisi bila pemerintah membeli pikap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.