Anggapan Salah pada Sepeda Motor Listrik

Kompas.com - 07/03/2016, 07:41 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif –
Era sepeda motor listrik, masih dianggap jauh sampai akhirnya mampu menggantikan teknologi konvensional. Selain sisi teknis, salah satu hambatan yang perlu diperhatikan juga, yaitu dari cara pandang masyarakat, terkait peran kendaraan roda dua.

“Kita tahu persis bahwa sepeda motor listrik dibanding bensin masih kurang murah, serta jangkauan dan kecepatannya juga masih rendah. Sementara, itu berbeda dengan harapan masyarakat kita,” ujar Sigit Irfansyah, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian, Sabtu (5/3/2016).

Sigit melanjutkan, masyarakat Indonesia khususnya, masih menganggap sepeda motor sebagai alat transportasi utama sekaligus ajang pamer. Kendaraan ini harus bisa diajak pulang ke kampung halaman, jangkauan jauh, berkecepatan tinggi, aman, dan harganya terjangkau. 

“Dan citra tersebut belum bisa direalisasikan pada kendaraan listrik. Maka dari itu kita harus mengubah paradigma dan menyosialisasikan tujuan sepeda motor listrik,” ujar Sigit.

Sigit melanjutkan, maka dari itu, posisi sepeda motor listrik harus tepat terlebih dahulu di masyarakat. Seperti penggunaan sepeda motor yang bukan lagi untuk menjangkau daerah yang jauh, namun jarak dekat saja. Karena jarak jauh sudah menggunakan angkutan umum.

“Ke depannya kita naik sepeda motor khususnya yang listrik, bukan diharapkan untuk jarak 300 km lagi, tetapi hanya 20 km. Tentunya dengan dukungan angkutan umum yang baik. Kita harus ubah paradigma itu, dan kita sosialisasikan,” ujar Sigit.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.