Isuzu Tunjuk Indonesia Sebagai Basis Produksi Negara Berkembang

Kompas.com - 19/01/2016, 09:02 WIB
Media Gathering Isuzu Januari 2016 Stanly/OtomaniaMedia Gathering Isuzu Januari 2016
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) resmi ditunjuk sebagai negara pengembangan bisnis Isuzu di dunia. Hal ini terkait dengan berjalannya empat global proyek Isuzu Jepang untuk 2016 yang mengandeng tiga negara lain, yakni Thailand, China, dan India.

Isuzu Jepang akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan komersial bagi negara-negara berkembang yang memiliki regulasi emisi EURO II. Tentunya ini akan memanfaatkan pabrik baru Isuzu Karawang Plant yang baru diresmikan pada juli 2015 lalu.

"Indonesia menjadi salah satu negara yang di fokuskan untuk pengembangan bisnis Isuzu. Dalam hal ini memproduksi kendaraan truk kelas ringan dan menengah sesuai peruntukan pabrik baru di Karawang," ucap Vice President Director Isuzu Keiji Takeda, dalam acara media gathering di Jakarta, Senin (18/1/2016).

Menurutnya, bisnis Isuzu di dunia telah dibagi menjadi tiga basis produksi. Isuzu Jepang sebagai negara yang memproduksi kendaraan komersial negara berkembang dengan regulasi EURO III ke atas, Thailand sebagai kendaraan komersial Isuzu seperti mu-X dan D-max, dan Indonesia sendiri kendaraan komersial EURO II.

Untuk pabrik Isuzu di Karawang saat ini digunakan untuk memproduksi Isuzu Elf dan GIGA. Pabrik ini memiliki luas sebesar 300.000 meter persegi, dengan kapasitas produksi 52.000 per tahun, dan mampu dikembangkan hingga menjadi 80.000 per tahunnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X