Kompas.com - 15/01/2016, 15:28 WIB
Mobil Toyota Avanza curian di Majalengka ditemukan saat Operasi Zebra Jaya 2015 di Jakarta. Mobil tersebut hilang sejak 11 Juni 2015. KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMMobil Toyota Avanza curian di Majalengka ditemukan saat Operasi Zebra Jaya 2015 di Jakarta. Mobil tersebut hilang sejak 11 Juni 2015.
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Membeli mobil bekas (mobkas) sebaiknya tak lekas tergiur harga murah. Jangan sampai belakangan baru ketahuan mobkas itu adalah barang curian.

Meminimalkan risiko mendapatkan mobkas curian, calon pembeli mutlak memastikan kelengkapan dan keaslian dokumen. Kecocokan dokumen dengan fisik kendaraan, tak boleh terlewat untuk diperiksa pula.  

Kasus pencurian mobil sudah menggurita dan tak selalu cepat terlacak. Seperti diberitakan Kompas.com pada 6 November 2015, misalnya, kansus pencurian mobil pada 2011 baru terungkap secara tidak sengaja pada 2015.

Mobil curian itu diberhentikan polisi saat melaju di bahu jalan ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), tepatnya di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Saat itu, pengemudi tidak bisa menunjukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK), sehingga mobil ditahan.

Namun, mobil tersebut tak kunjung diambil kembali oleh pemiliknya. Pengecekan polisi mendapati bahwa mobil tersebut ternyata memasang pelat nomor polisi palsu, B 1385 TOC. Ternyata, mobil itu merupakan mobil curian dengan pelat nomor polisi asli E 1650 VE asal Majalengka, Jawa Barat.

Harian Kompas edisi 7 Desember 2015 menyoroti pula, kasus pencurian kendaraan bermotor memang masih marak terjadi. Dari pengungkapan tujuh sindikat pencuri, polisi mendapati 100 mobil curian dari sejumlah tempat.

"Modus operandi pelaku berbeda-beda, mulai dari (membuat) ban kempes, pencurian di lokasi parkir, hingga pemalsuan dokumen," papar Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, Minggu (6/12/2015).

Kedua contoh itu semakin menguatkan perlunya calon pembeli mobkas memastikan kelengkapan, keaslian, dan kecocokan dokumen kendaraan. Polisi mendapati pula bahwa pencuri dan penadahnya tak kesulitan membuat dokumen palsu, termasuk STNK dan bahkan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB).

Kenali

Dokumen palsu kendaraan tak selalu mudah dibedakan dari yang asli. Selain mirip, dokumen palsu pun sudah jamak menerakan hologram, semacam tanda air yang dulu dianggap sulit dipalsukan karena butuh teknologi cetak yang berbiaya mahal. Namun, umumnya hologram pada dokumen palsu cenderung lebih gelap kualitas cetakannya daripada yang asli.

KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COM Mobil curian komplotan penggelapan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X