Jangan Panik kalau Mesin Mati Setelah Menerjang Banjir

Kompas.com - 17/11/2015, 07:21 WIB
Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO AGUS SUSANTO Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif
 — Level intensitas curah hujan di Jabodetabek akhir-akhir ini mulai tinggi. Bahkan, di sejumlah daerah, sudah banyak genangan air yang berpotensi membahayakan pengendara sepeda motor dan mobil.

Di Jakarta ini, tak sedikit kendaraan yang terjebak banjir. Jika kedalaman banjir sudah melebihi tinggi knalpot, mobil tersebut biasanya akan mogok. Dalam kondisi seperti ini, ada langkah-langkah yang harus dilakukan jika Anda mau kendaraan tetap selamat dari kerusakan parah.

Rifat Sungkar, pebalap nasional sekaligus pendiri Rifat Drive Labs (RDL), menganjurkan untuk jangan pernah mencoba menyalakan mesin yang mati gara-gara menerjang banjir.

"Kalau Anda mengerti tentang mobil, hal pertama yang wajib dilakukan adalah membuka filter udara. Periksa, kalau sudah basah, mesin jangan dinyalakan. Akan tetapi, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, meskipun filter kering, tetap hindari menghidupkan mesin. Pokoknya, alasan apa pun, jangan," kata Rifat di Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (14/11/2015) lalu.

Jika mesin mati setelah mobil menerobos banjir, itu tandanya ada masalah. Yang paling rentan adalah bagian kelistrikan kendaraan. Air yang bersinggungan dengan komponen yang teraliri listrik pasti akan korslet. Sebaiknya, dorong mobil sampai ke tempat yang sekiranya aman.

"Jadi, sebaiknya coba nyalakan kembali setelah tiga atau empat hari. Jika ada sinar matahari, mobil harus dijemur untuk mengeringkan bagian yang basah akibat banjir. Kalau mau, ganti oli atau semua cairan yang ada. Setelah dua hari, baru nyalakan mesinnya," ujar Rifat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.