Ini 6 Tes Praktik Wajib Lulus demi SIM C

Kompas.com - 29/05/2015, 14:02 WIB
Petugas PAMIN SIM Komunitas sedang memberikan penjelasan sebelum peserta melakukan ujian praktek untuk SIM A dan SIM C. Petugas PAMIN SIM Komunitas sedang memberikan penjelasan sebelum peserta melakukan ujian praktek untuk SIM A dan SIM C.
|
EditorDonny Apriliananda

Jakarta, KompasOtomotif – Lolos administrasi dan usai menjalani tes teori, pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) C setidaknya harus lolos tes praktik. KompasOtomotif menggali informasi seputar tes praktik ini di Samsat Daan Mogot, Jakarta Barat, Sekasa (26/5/2015).

Berdasarkan keterangan Aiptu Bambang Margono, pengawas dan pemberi nilai dalam ujian praktik SIM C, setidaknya ada enam tes dasar yang harus dilewati tanpa celah. Untuk menyelesaikan tes ini, biasanya menggunakan sepeda motor yang disediakan oleh petugas.

”Jika keterampilan mengatur gas dan keseimbangan tubuh sempurna, pengendara bisa dengan mudah menguasai tes ini. Kadang banyak yang tidak terampil namun memaksakan diri mendapatkan SIM,” ujar Aiptu Bambang.

Berikut enam tes keterampilan mengendarai sepeda motor yang harus diselesaikan tanpa celah oleh pemohon SIM C baru:
1. Deretan balok berdiameter bulat dengan tinggi sekitar 30 cm, berjarak masing-masing sekitar 1 meter, membentuk pola garis lurus sejauh 11 meter. Pada rintangan ini, setiap peserta tes wajib melaluinya dengan kecepatan maksimal 10 kpj.

Jika pengendara tidak cakap mengatur ritme gas pada bukaan rendah dan tidak seimbang, kemungkinan besar akan gagal. Setiap balok yang berdiri di atas aspal juga sangat sensitif terhadap sentuhan. Menyerempet sedikit saja, sudah pasti terjatuh dan dianggap gagal.

2. Slalom melewati deretan balok berjarak 2 meter, juga membentuk garis lurus sejauh 11 meter. Bedanya, pada tes ini peserta wajib melaju dalam kecepatan 20 kpj - 30 kpj, tanpa mengerem.

3. Membuat angka delapan melalui susunan balok yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Kuncinya ada pada menjaga keseimbangan, mengatur bukaan gas, dan posisi duduk yang ideal.

4. Teknik pengereman reaksi. Dari kecepatan 40 kpj, peserta akan diminta melakukan rem mendadak dan menghindari rintangan, sesuai instruksi petugas ke kiri. Nilai akan ditentukan jika peserta mengikuti instruksi petugas dengan tepat.

”Harapannya, refleks pengendara baik ketika mengerem reaksi dan membuang arah ke kiri. Mengapa ke kiri? Karena kalau ke kanan, jika lalu-lintas lagi ramai, bisa berbenturan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan” ujar Bambang.

5. Menjaga keseimbangan sepeda motor dengan kecepatan rendah dan memastikan kaki tidak turun ke aspal. Teknik ini berguna pada waktu mendekati lampu merah dan pengendara sepeda motor berada di antara dua kendaraan lain. Jika badan tidak seimbang, kaki akan turun, sehingga berpotensi terlindas kendaraan di sampingnya.

6. Tes kombinasi dari lima soal sebelumnya. Tes ini dilakukan secara stimultan dari awal sampai akhir. Jika berhasil dengan baik, SIM C akan mudah didapat.

Selamat mencoba!



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X