Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/03/2015, 07:40 WIB
EditorAzwar Ferdian
Jakarta, KompasOtomotif - Situasi ekonomi dalam negeri yang masih belum stabil, dengan penurunan rupiah terhadap dollar AS, membuat pelaku industri otomotif mengencangkan ikat pinggang. Agar tidak sampai merugi, opsi menaikan harga jual adalah pilihan terbaik.

Buat produsen yang melakukan produksi secara lokal, kenaikan harga memang bisa ditunda sambil menantikan ekonomi kondusif. Penundaan ini dilakukan dengan menekankan efisiensi produksi. Hanya, model-model yang berstatus impor utuh (CBU) sudah pasti terkena imbas pelemahan rupiah.

"Kalau model impor seperti Honda PCX dan CBR250 sudah pasti tidak bisa kita tahan kenaikannya. Karena CBU, jadi benar-benar tergantung dengan situasi rupiah," jelas Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) saat ditemui KompasOtomotif di acara Honda Indonesia Marketeers Festival, di Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Margono melanjutkan, model yang diproduksi secara lokal lambat laun juga akan mengalami kenaikan harga. Pasalnya, beberapa komponen juga masih impor dari luar. Ini yang membuat AHM tak kuasa menahan laju harga jual.

"Sebisa mungkin kita tahan kenaikan. Tapi kalau rupiah terus anjlok, mau tidak mau kita juga harus menaikan harga model yang diproduksi lokal. Karena, beberapa komponen kan masih ada yang impor, itu yang membuat beban produksi ikut naik," lanjut pria ramah ini.

Margono belum bisa menyebutkan berapa persentase kenaikan harga model-model yang diproduksi di dalam negeri. Menurutnya, AHM masih harus menganalisa semua sektor, termasuk daya beli masyarakat sebelum menentukan kenaikan harga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.