Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/02/2015, 09:06 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Garansindo Inter Global (GIG) menyatakan siap bila diminta mengguyurkan investasi untuk pengembangan produk mobil anak bangsa, Esemka. Pernyataan ini diungkap bos GIG Muhammad Al Abdullah, Kamis (26/2/2015) menanggapi kabar pertemuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan menteri terkait dan perwakilan Esemka.

Al Abdullah menjelaskan bahwa Presiden Jokowi ingin Esemka dikembangkan menjadi kendaraan rakyat untuk kebutuhan pedesaan atau perkebunan. Konsep Esemka akan dibuat beda dari merek otomotif asing di Indonesia. Mobil hasil rakitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini akan mengincar marketshare tertentu dan bukan untuk menjadi pesaing otomotif dunia.

Perwakilan Esemka mengungkap butuh bantuan untuk pengembangan produk, dijelaskan walau hanya perkiraan awal butuh setidaknya butuh dana segar Rp 100 miliar.

“Rp 100 miliar kami siap. Saya setuju sekali dengan ucapan Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang menyebutkan kalau mau menyaingi pabrikan dunia memang sudah telat. Saya mau investasi, diajak join sama Esemka kami siap. Saya mau ketemu dengan pihak Esemka dan Menteri Perindustrian Saleh Husein, untuk mematangkan rencana,” tegas Al Abdullah.

Harapannya pernyataan ini ditanggapi positif oleh pihak terkait, tujuan besarnya memajukan otomotif hasil bumi Indonesia. GIG punya jam terbang tinggi di mobil premium, di Indonesia perusahaan ini memegang merek Fiat-Chrysler dan sepeda motor listrik Zero.

Dari kacamata pebisnis, tentu GIG melihat peluang di Esemka namun Al Abdullah mengatakan kepentingan tidak semata mencari untung. “Kita harus punya visi memiliki mobil produk lokal, suatu kendaraan produksi dalam negeri dan punya anak bangsa,” kata pria yang akrab dipanggil Memet ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.