Ingin Rancang Mobil, Apple Diperingatkan Mantan Bos GM

Kompas.com - 19/02/2015, 09:00 WIB
Dan Akerson, mantan bos General Motors sebelum Mary Barra. www.trucktrend.comDan Akerson, mantan bos General Motors sebelum Mary Barra.
|
EditorAzwar Ferdian

San Fransisco, KompasOtomotif - Keinginan raksasa industri teknologi informasi, Apple Incorporated masuk dalam industri otomotif sempat mengejutkan semua kalangan, termasuk Dan Akerson, mantan orang nomor satu General Motors (GM). Ambisi Apple itu, dinilai Akerson sebagai langkah berisiko dan jangan dianggap remeh.

Nilai saham Apple melesat, awal pekan ini setelah bergulirnya berita kalau produsen iPhone itu tengah menyiapkan langkah serius menciptakan industri mobil listrik. Langkah ini juga dinilai cukup menghebohkan sejumlah prinsipal otomotif dunia.

"Saya pikir seseorang sedang tersedak di sini. Jika saya pemegang saham Apple, saya tidak akan terlalu bahagia. Saya sadar harus menghadapi rentang waktu panjang masuk dalam keuntungan rendah, karena (perusahaan) masuk ke bisnis manufaktur berat," jelas Akerson dilansir Bloomberg (17/2/2015).

Industri otomotif, lanjut Akerson, dengan segala bentuk peraturan dan kewajiban keselamatannya, lebih berat dari apa yang orang lihat. "Banyak orang yang belum pernah terjun di dalamnya tidak mengerti dan punya kecenderungan meremehkannya," tukas Akerson.

Bagi Apple, ada kesempatan lebih potensial jika merangkul pabrikan otomotif lain untuk memperoduksi sistem operasional elektrik dan perlengkapan hiburan bagi kendaraan. Mirip seperti pabrikan otomotif membeli komponen lampu dari perusahaan pemasok lainnya.

"Saya akan menandatanganinya. Saya akan memastikan adanya sistem hiburan dan koneksi internal pada setiap mobil buatan GM," beber Akerson.

Tom Neumayr, juru bicara Apple masih belum mau berkomentar soal peringatan yang disampaikan Akerson ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.