Ambisi Jerman Menjadi Pasar Mobil Listrik Terbesar Dunia

Kompas.com - 03/12/2014, 13:46 WIB
Foto handout pada 13 Juli 2014 oleh Bundesregierung, kantor pers pemerintahan Jerman, yang memperlihatkan Kanselir Jerman Angela Merkel (tengah) dan Presiden Jerman Joachim Gauck (tengah kiri) serta para pemain dan pelatih Jerman, Joachim Loew, merayakan kesuksesan Der Panzer menjuarai Piala Dunia 2014 setelah menang 1-0 atas Argentina di final, Minggu (13/7/2014) di Maracana Stadium di Rio de Janeiro, Brasil. AFP/BUNDESREGIERUNG / GUIDO BERGMANN Foto handout pada 13 Juli 2014 oleh Bundesregierung, kantor pers pemerintahan Jerman, yang memperlihatkan Kanselir Jerman Angela Merkel (tengah) dan Presiden Jerman Joachim Gauck (tengah kiri) serta para pemain dan pelatih Jerman, Joachim Loew, merayakan kesuksesan Der Panzer menjuarai Piala Dunia 2014 setelah menang 1-0 atas Argentina di final, Minggu (13/7/2014) di Maracana Stadium di Rio de Janeiro, Brasil.
|
EditorDonny Apriliananda
Berlin, KompasOtomotif - Kanselor Jerman Angela Merkel menyatakan bahwa negaranya perlu memperbanyak insentif demi mencapai target populasi 1 juta unit mobil listrik pada 2020. Ambisi ini disampaikan untuk menjadikan Jerman sebagai salah satu negara paling ramah lingkungan di dunia.

"Masih banyak yang harus dilakukan. Kita lihat subsidi apa lagi yang dibutuhkan, kami harus bicara dengan negara bagian Jerman soal ini," jelas Merkel di Berlin, dilansir Bloomberg (2/12/2014).

Saat ini, ambisi Merkel masih jauh di bawah angka yang ditetapkan, karena insentif yang relatif minim ketimbang negara tetangga. Di Perancis misalnya, konsumen yang membeli mobil beremisi rendah menerima tanggungan 6.300 euro (lebih dari Rp 95 juta) untuk meringankan harga produk yang lebih mahal ketimbang mobil konvensional.

Contoh lain, penjualan mobil listrik di Jerman pada 2013 hanya tercatat 7.600 unit sedangkan permintaan di Perancis sudah dua kali lipat, mencapai 14.400 unit, meskipun penjualan meningkat tahun ini hingga 68 persen.

"Kami masih jauh dari target menjadikan Jerman sebagai pasar terdepan untuk mobilitas listrik. Pemerintah perlu mengambil langkah pasti," beber Matthias Wissmann, Presiden Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA). Insentif berupa pembebasan pajak perusahaan untuk mobil listrik, bisa jadi salah satu alternatif.

Merkel berupaya mengurangi emisi dengan mendorong industri otomotif memproduksi lebih banyak mobil listrik ketimbang Perancis, Jepang, atau Amerika Serikat. Pabrikan otomotif Jerman sudah berkomitmen akan melepas 17 model mobil listrik hingga akhir 2014. Selanjutnya, masih ada 12 model lainnya menyusul di 2015, menurut VDA.

Keuntungan Khusus
Merkel melalui jajaran kabinet, September lalu, menawarkan pembeli mobil listrik di Jerman akan menerima keuntungan khusus. Pengguna mobil listrik, fuel cell, dan hibrida plug in diperbolehkan melintas di jalur khusus bus dan parkir gratis, sehingga meringkankan biaya operasional konsumen.

Henning Kagermann, mantan bos SAP yang menangani proyek mobil listrik pemerintah, mengatakan bahwa total populasi mobil listrik di Jerman saat ini diperkirakan 24.000 unit. Negara ini juga mempunyai 4.800 titik lokasi pengisian baterai.

Menteri Perhubungan Jerman Alexander Dobrindt menyatakan, Jerman akan menambah 400 titik pengisian baterai baru di area peristirahatan sepanjang jalan tol, sehingga memungkinkan pengguna mobil listrik berpergian naik mobil listrik hingga ke luar kota. 

"Kami butuh infrastruktur pengisian baterai super di mana Anda bisa mengisi ulang baterai dari nol hingga 80 persen dalam 15 menit," jelas Stefan Bratzel, Direktur Pusat Manajemen Otomotif di Universitas Bergisch Gladbach, Fakultas Ilmu Pengetahuan Terapan, di Jerman.

"Pemerintah bisa membantu dengan menyeragamkan 'colokan' di semua mobil dan stasiun pengisian baterai, sehingga fasilitas itu bisa digunakan oleh merek mobil mana saja," imbuh Bratzel.

Beberapa mobil ramah lingkungan yang jadi andalan di Jerman adalah i3 dari BMW, Smart ForTwo dari Daimler, Mercedes-Benz B-Class, Volkswagen Golf, dan Up. Model baru yang masuk ke segmen ini, adalah Tesla Model S dan Nissan Leaf.

Pada musim panas tahun ini, pemerintah Jerman akan melakukan pembicaraan lanjutan di Berlin mengenai arah kebijakkan mobilitas elektrik yang ditargetkan Merkel.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X