Laba Bersih Otomotif Astra Anjlok 14 Persen

Kompas.com - 18/11/2014, 13:25 WIB
Stan Toyota dalam pameran 22nd Indonesia International Motor Show 2014, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (18/9/2014). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 28 September 2014. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESStan Toyota dalam pameran 22nd Indonesia International Motor Show 2014, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (18/9/2014). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 28 September 2014.
|
EditorAris F. Harvenda

Bogor, KompasOtomotif – Hingga September 2014, laba bersih divisi otomotif PT Astra International anjlok 14 persen menjadi Rp 5,9 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 6,8 triliun. Penurunan yang cukup jauh itu akibat dari persaingan diskon pada pasar mobil yang memberikan dampak negatif pada keuntungan bisnis.

Kontribusi bisnis komponen otomotif, Astra Otoparts, juga mencerminkan dampak dari penurunan itu. Terbukti dengan berkurangnya kepemilikan saham perseroan dari 95,7 persen menjadi 80 persen pada kuartal kedua 2013.

Beberapa hal tersebut diungkap dalam Workshop Wartawan Industri dan Otomotif di Bogor, (18/11/2014). Pongki Pamungkas, Chief of Corporate Communication Social Responsibility and Security PT Astra International mengatakan, sektor otomotif adalah sektor yang cukup terpukul.

”Penjualan mobil secara nasional tumbuh 3 persen menjadi 933.000 unit (Januari-September). Namun penjualan mobil Astra turun 1 persen menjadi 476.000 unit, yang menyebabkan penurunan pangsa pasar dari 53 persen menjadi 51 persen. Kendati begitu, sepanjang 9 bulan pertama 2014, grup Astra sudah mengeluarkan 18 model baru dan 9 model facelift,” beber Pongki dalam presentasinya.

Ditambahkan, penjualan sepeda motor nasional mengalami peningkatan sebesar 5 persen menjadi 6,1 juta unit. Sementara itu, penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) meningkat sebesar 9 persen menjadi 3,8 juta unit dengan pengsa pasar yang meningkat dari 60 persen menjadi 63 persen.

Sementara itu, salah satu unit di bidang otomotif lain, Astra Otoparts, membukukan peningkatan volume penjualan sebesar 18 persen, meskipun laba bersih hanya mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp 643 miliar akibat dari marjin manufaktur yang lebih rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X