Kompas.com - 09/08/2014, 10:27 WIB
|
EditorAris F. Harvenda

London, KompasOtomotif – Sepuluh tahun lalu, Multisrada masih dianggap aneh dari semua jajaran Ducati. Untuk para pemula, model ini tampak sangat menakutkan. Bahkan di zamannya ada majalah yang menyebutnya sebagai ”kucing basah berjidat lebar”, diterjemahkan dari tampang yang bengis.

Tapi untuk kendaraan yang ditunggangi, Multistrada sangat nyaman, bahkan dipakai untuk off-road ringan. Spesifikasi ini dianggap Paul Berry, penggila modifikasi dari London, Inggris, cocok untuk dikustom. Dia ingin ”membelokkan takdir” Multistrada 100DS 2004 yang terkenal sebagai penjelajah dua alam menjadi sepeda motor yang ringan dan sporty untuk pemakaian di dalam kota.

Berry mengapalkan sepeda motornya ke Spanyol, untuk dikerjakan di Ad Hoc Cafe Racers milik David Gonzales. Dia meyakini, karya Gonzales berbeda, orisinal, dan penyelesaian akhirnya sangat berkelas.

”Saya punya ide mengadaptasi tangki bensin Hypermotard, lalu memodifikasi bagian belakang untuk menyesuaikan. Tapi tidak bagus. Lalu kami berdua mencoba membuat sketsa lagi sebagai alternatif selama beberapa minggu,” jelas Berry.

bikeexif Lampu depan dibuat kotak menyesuaikan dengan bodi baru.

Semua kustom
Setelah ada sketsa, Gonzales membuat tangki kustom dari clay terlebih dahulu. Setelah itu mencoba membuat kerangka tubular. Desain mempertahankan estetika tradisional Ducati yang kekar melalui rangka khas, meski terpacu untuk menghadirkan nuansa modern.

Untuk menjaga sepeda motor tampak ”bersih”, pompa bensin diletakkan dibalik tangki. Posisi aki juga ”direlokasi” lebih tersembunyi. Jalur kabel baru dibuatkan ”jalan” khusus yang dengan pengerjaan sangat rapi dan simpel. Saringan udara dilepas, sementara mesin bernafas dari filter baru yang lebih ringkas.

bikeexif Ranka tubular kombinasi gaya klasik Ducati dan modern.

Penyelesaian
Pipa-pipa dan finishing dilabur cat dengan teknik powder coating. Penampilan total jauh lebih cungkring, karena memang untuk pemakaian dalam kota yang nyaman. Posisi duduk juga dibuat tidak membungkuk. Lampu dibuat seperti kotak sabun, agar lebih padu dengan rangka. Sedangkan setang didominasi setang lebar Easton 35 mm.

Sepeda motor lalu dipasangi jok solo. Tapi Berry menyiapkan opsi lain, yakni bisa dipasang jok tambahan pada sub-frame. Buntutnya lancip dengan lampu LED yang sangat kecil. Agar semakin enak dipakai meliuk di perkotaan, Berry menambahkan ban Michelin Anakee 3s.

Sebagai builder, David Gonzalez kini semakin membuktikan, bahwa karya orisinalnya bisa dibanggakan, karena dianggap berhasil memadukan antara estetika desain, teknologi, dan warna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber bikeexif
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.