Kompas.com - 11/07/2014, 13:20 WIB
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Sudah tiga tahun belakangan, pemerintah dan jajaran kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudik menggunakan sepeda motor. Alasan kuat yang tak bisa ditampik adalah rawannya kecelakaan. Apalagi, padatnya lalu lintas saat mudik berpotensi terjadi banyak ”komplikasi”, di antaranya kondisi fisik yang lelah dan faktor emosional yang naik mendadak.

Kadiv Dikmas Korlantas Polri Kombes Pol Pujiono mengatakan, sepeda motor tidak dirancang untuk jarak jauh. Jarak dan waktu tempuh mudik rata-rata mencapai ratusan kilometer, bahkan ada yang lebih 1.000 km! ”Sepeda motornya mungkin kuat, tapi manusianya?” celetuk Pujiono dalam Kick Off Indonesia Road Safety Award Adira Insurance di Jakarta, Kamis, (10/7/2014).

Dijelaskan lagi, dampak kecelakaan pengendara sepeda motor kemungkinan fatal sungguh besar. Alasannya, pengendara akan langsung kontak dengan objek, misalnya aspal, atau kendaraan lain. Berbeda jika menggunakan mobil yang dampak kecelakaan masih bisa dieliminasi oleh kekuatan besi mobil terlebih dahulu.

Banyak masalah
Di kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hotma Simanjuntak menambahkan, mudik bukan perjalanan biasa. Akan banyak masalah tak terduga yang ditemukan di jalan.

”Khususnya untuk pesepeda motor, kami mengimbau untuk menggunakan fasilitas mudik gratis yang disediakan pemerintah dan instansi swasta. Banyak yang bisa dimanfaatkan, misalnya tahun ini kami memberangkatkan 16.000-an sepeda motor mudik gratis,” terang Hotma kepada wartawan.

Dikatakan, paling rentan kecelakaan ketika mudik atau bahkan di hari biasa adalah sepeda motor. Kontribusinya mencapai 70 persen dari total angka kecelakaan. ”Tentu kami tidak bisa saklek melarang, tapi kami mempunyai upaya untuk mengalihkannya dengan cara mengangkut sepeda motor dan mengirim pemiliknya via moda transportasi umum,” urai Hotma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.